REPORTASE BANGKA

 Latest Headlines
   

Kekerasan Terhadap Perempuan Masih Sering Terjadi

20 Maret
13:27 WIB 2017

REPORTASE, Sungailiat - Perempuan sering mengalami kekerasan karena masih ada anggapan, bahwa perempuan itu merupakan makhluk yang lemah. Hal ini diungkapkan Kasi Kelembagaan dan Penyedia Pelayanan Pemberdayaan Perempuan pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3) Kabupaten Bangka, Meyli Taurisia, Sabtu (18/3/17) di Sungailiat.

Diuraikan Meyli, banyak bentuk kekerasan yang dialami perempuan, seperti kekerasan seksual, yakni pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam rumah tangga, dan pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang dalam rumah tangga dengan orang lain dengan tujuan komersial atau tujuan tertentu. Selain itu juga adanya penelantaraan rumah tangga, psikis, pencabulan, dan perdagangan manusia.

Hal ini urai Meyli sering terjadi, dikarenakan perempuan termasuk anak dianggap makhluk yang lemah baik secara fisik dan ekonomi, faktor pemahaman agama yang keliru, dan hukum adat yang lebih kuat, budaya atau persepsi masyarakat tentang kekerasa, dan pandangan masyarakat tentang kedudukan perempuan.

"Kekerasan terhadap perempuan ini hampir terjadi di seluruh dunia, dimana saja, dan tidak diakui sebagai pelanggar Hak Asasi Manusia. Dianggap sebagai masalah pribadi dan banyak dipaparkan dalam seni literatur maupun catatan pribadi," jelas Meyli.

Untuk itu pihaknya dari bidang pemberdayaan perempuan DP2KBP3 berupaya keras untuk membuang stigma dan pendapat tersebut.

"Kita berupaya terus menekan angka tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak yang sangat ini masih tinggi, dengan kerjasama semua lintas sektoral, mulai dari pemerintah, kepolisian, pengacara, pengadilan, tenaga kesehatan, pekerja sosial, pembimbing rohani, dan relawan pendamping juga. Selain itu juga melakukan bimbingan teknis kesemua satkeholder terkait bidang pemberdayaan perempuan ini," tuturnya. 

-