REPORTASE BANGKA

Daging Beku Jadi Alternatif Jelang Puasa dan Lebaran

05 Mei
14:37 WIB 2017

REPORTASE, Sungailiat - Dinas Pangan Kabupaten Bangka menghimbau kepada masyarakat untuk jangan takut mengkonsumsi daging beku apalagi nanti menjelang puasa dan lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah nanti.

Menurut Kepala Dinas Pangan Kabupaten Bangka, H. Suhodo, pihaknya untuk daging beku ini belum menerima petunjuk dari pusat.

"Kita belum ada informasi, berapa jatah daging beku didapat untuk Kabupaten Bangka, namun yang jelas, Harga Eceran Tertinggi (HET) sudah ditentukan pemerintah jadi mudah pengawasannya, kalau daging segar tidak ada HETnya," jelas Suhodo, Kamis (4/5/17) di Sungailiat.

Diuraikan mantan kepala dinas kehutanan dan perkebunan ini, sekarang ini minat dan tingkat konsumsi daging beku masyarakat masih rendah. Namun ketika menjelang lebaran Idul Fitri nanti, selain daging segar, daging beku juga bakal terserap juga nantinya karena harganya lebih murah.

"Masyarakat ada pilihan nantinya, karena harga daging beku lebih rendah juga harganya, kalau daging segar menjelang lebaran bisa mencapai harga Rp 150.000 hingga Rp 180.000,-," namun kita terus akan melakukan sosialisasi terkait daging beku ini," katanya.

Terkait kualitas, Suhodo menambahkan, kualitas daging beku tidak beda jauh dengan daging segar, yang terpenting adalah perawatannya, tidak mengandung bakteri, dan penyakit, serta higienis.

"Mudah-mudahan stok daging segar mencukupi dan kita akan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan nantinya, namun jika tidak mencukupi kita akan mengajukan daging beku nantinya untuk diedarkan di Kabupaten Bangka," katanya.

Seperti diketahui, rencanaya dalam upaya menjaga harga daging sapi menjelang lebaran Idul Fitri mendatang, pemerintah pusat akan menyalurkan 10 ton daging beku untuk memenuhi konsumsi daging masyarakat yang tinggi. Program pemerintah pusat ini perlu adanya sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa daging beku itu berkualitas, higienis dan halal dikonsumsi.

"Daging impor berkualitas, karena pemotongan dan pengolahannya sudah sesuai prosedur, dan pemerintah telah menjamin kesehatan dan kehalalannya, jadi tak perlu ragu untuk mengkonsumsi daging beku," tukas Suhodo.

-