REPORTASE BANGKA

 Latest Headlines
   

​Polda Babel Gagalkan 22 Ton Minyak Kadaluarsa Siap Edar

11 Agustus
18:03 WIB 2017

REPORTASE, Pangkalpinang - Polda Bangka Belitung bersama Satgas Pangan Propinsi Babel, mengamankan ribuan liter minyak goreng kadaluarsa siap edar merek Hemart dan Fitri di Gudang Milik PT Nusantara Jaya Sejahtera, Senin (7/8/2017).

Sebanyak 22 ton minyak goreng dalam kemasan palastik, yang sudah kadaluarsa dimanakan di Gudang yang terletak dikawasan jalan raya Sungailiat-Pangkalpinang ini.

Selain mengamankan minyak goreng kadaluarsa, sejumlah barang bukti alat untuk mengemas migor turut juga turut diamankan.

Polisi juga telah menetapkan General Manager PT Nusantara Jaya Sejahtera, Handry Solichin sebagai tersangka.

Handry Solichin ditetapkan sebagai tersangka, lantaran memerintahkan karyawannya untuk membuka, menyaring dan mengemas minyak goreng kadaluarsa untuk dijual kembali.

Hal ini terungkap dalam pers relase yang dipimpin langsung Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman di dampingi Kapolda Babel Brigjen (Pol) Anton Wahono, Dir Krimsus Kombes (Pol) Mukti Juharsa, Jumat (11/8/2017) dikawasan Gudang milik PT Nusantara Jaya Sejahtera, Selindung Kota Pangkalpinang.

"Senin (7/8/2017) sore, Subdit 1 Indag Reskrimsus bersama Satgas Pangan yang dipimpin Kombes (Pol) Mukti Juharsa, mendatangi dan melakukan pengecekan terhadap aktivitas PT Nusantara Jaya Sejahtera. Tim menemukan salah satu karyawan yang membuka kemasan akhir pangan minyak goreng merek Hemart dan Fitri, untuk disaring, dituang dalam drum dan dikemas kembali kedalam jerigen ukuran 5 liter untuk dijual kembali," jelas Kapolda.

Ditambahkan Kapolda, tersangka dijerat dengan undang-undang perlindungan konsumen dengan penjara maksimal 5 tahun dan denda 2 Miliar.

Terpisah Gubernur Babel Erzaldi Rosman mengharapkan tidak ada lagi praktek-praktek curang yang dilakukan pedagang.

"Kemarin pupuk, sekarang minyak goreng. Demi kepentingan rakyat banyak, saya bersama kapolda mencabut izin usaha yang melanggar seperti ini, tidak ada kegiatan apapun di gudang ini sebelum adanya ketetapan hukum atau sanksi bagi pelakunya," tegas mantan Bupati Bangka Tengah ini.

Kepada reportasebangka.com Handry Solichin, mengaku usaha yang dijalankan ini sudah berjalan 1 bulan.

"Biasa minyak goreng dijual ke pedagang gorengan, pecel lele, nasgor. Setiap jerigen ukuran 5 liter saja jual 45 ribu rupiah," ungkap Handry. (knt)

-