REPORTASE BANGKA

 Latest Headlines
   

Ribuan Anak Bangka dapatkan POMP Kecacingan

20 Agustus
02:32 WIB 2017

REPORTASE, Sungailiat - Kondisi tropis dengan sanitasi yang belum memadai, salah satu faktor banyak terjadinya kecacingan pada anak balita dan anak usia sekolah. untuk kondisi ini, di Indonesia pada berbagai kabupaten ada yang berkisar pada angka 24,53 persen sampai dengan 51,27 persen.

Untuk di Kabupaten Bangka prevalensinya atau proporsi dari populasi yang memiliki karakteristik tertentu dalam jangka waktu tertentu mencapai 20,4 persen.
Terkait hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten bakal melakukan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan pada anak usia sekolah pada sekolah dasar atau sederahat dengan kegiatan Unit Kesehatan Sekolahg (UKS) dan anak balita dengan pemberian vitamin A di Posyandu.

"Sasaran kita nanti, mungkin bulan Agustus, adalah anak sekolah usia lima sampai dengan dua belas tahun dan anal balita dengan usia 13 sampai dengan 59 bulan," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dr. Then Suyanti, Sabtu (29/7/17) lalu di Sungailiat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Diuraikan mantan Direktur RSUD Sungailiat ini, untuk di Kabupaten Bangka, terdapat 35.204 orang anak usia sekolah dan 11.082 orang balita sehingga sasaran pemberian Obat Pencegahan Massal Kecacingan di Kabupaten Bangka tahun 2017 ada 46.286 orang.

"Nanti peserta didik dan balita diharuskan makan pagi di rumah masing-masing, makan obat di depan guru atau petugas, dan obat tidak boleh dibawa pulang. Untuk peserta didik dan balita uang tidak hadir, obat akan diberikan pada hari berikutnya paling lambat tujuh hari untuk peserta didik dan untuk balita obat akan diberikan pada kunjungan berikutnya. Balita obat cacing diberikan setelah pemberian vitamin A," terang dr. Then.

POPM ini lanjut dr. Then harus diberikan harus diberikan, karena jika tidak diberikan obat cacing ini akan menghambat perkembangan fisik, kecerdasan dan produktivitas kerja karena mudah terserang penyakit.

"Jangan takut silahkan datang dan berikan kepada anak kita, untuk efek sampingnya ringan dan berlangsung sekilas seperti rasa tidak nyaman di lambung, mual, diare, nyeri kepala, pusing sulit tidur dan lesu. Namun jika ditemukan gejala tersebut cukup istirahat saja, dan diberikan air minum hangat, diare berikan oralit, bila gejala berlanjut rujuk ke puskesmas, dan bila keluar cacing, kejadian tersebut tidak berbahaya, bahkan menguntungkan, karena cacing sudah keluar dari tubuh," tukasnya.

(kus)

Tags :

-