REPORTASE BANGKA

 Latest Headlines
   

​16 Ribu Perekaman e-KTP Pangkalpinang Bermasalah

24 Oktober
12:45 WIB 2017

REPORTASE, Pangkalpinang - Di Pangkalpinang, Bangka Belitung perekaman e-KTP di Warnai Data Ganda dan Kesalahan Biometrik‎. Jumlahnya pun mencapai 1.600 jiwa.

Hal tersebut diungkapkan Kepala dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pangkalpinang Armada.

"Untuk masyarakat yang sudah melakukan Perekaman e-KTP sebanyak 11.000 jiwa," jelasnya.

Dari 11 ribu tersebut, masih ditemukan sejumlah permasalahan seperti data ganda dan kesalahan biometrik untuk scan sidik jari serta retina mata.

"Permasalahan data ganda, terjadi ketika perekam merekam sidik jari di atas kaca, ternyata sidik jari perekam sebelumnya, belum di hapus, sehingga yang terekam sidik jari pertama, jadi ganda," lanjut Armada.

"Begitu juga dengan kesalahan data Biomterik, dimana saat dilakukan scan sidik jari dan retina mata, data yang keluar adalah data milik orang lain," ujarnya.

Disdukcapil sudah menyurati pihak Kemendagri untuk dapat segera melakukan perbaikan, sebab yang bisa menghapus data ganda dan kesalahan perekaman biometrik ini hanya pusat.

"Untuk data ganda, nanti pusat yang menghapuskanya, sedangkan untuk kesalahan biometrik tim pusat yang datang melakukan pengecekan ulang," terang dia.

Dari 8 perangkat perekam e-KTP yang ada di Pangkalpinang hanya 2 yang berfungsi yakni di Kecamatan Gabek dan Disdukcapil.

"Masyarakat yang ingin merekam e-KTP silahkan datang ke Disdukcapil, tapi kalau di Kecamatan Gabek silahkan ke kecamatan gabek, untuk blangko e-KTP Pangkalpinang baru datang 6.000," ucap Armada.

Sementara itu, Wakil Walikota Pangkalpinang. Muhammad Sopian mengaku jika memang terdampat data ganda dan kesalahan biometrik pada perekaman e-KTP di Pangkalpinang.

Pusat dalam hal ini kemendagri dimintanya, agar segera melakukan perbaikan, sebab tahun 2018 Pangkalpinang akan melaksanakan Pilkada.

"Itu harus segera di perbaiki, jangan sampai jadi masalah di Pilkada nanti, karena jumlah data ganda itu bukan sedikit mencapai 1600 jiwa," tegas Sopian. (rnd/red)

-