REPORTASE BANGKA

 Latest Headlines
   

​Pelanggan Listrik Industri di Babel Tumbuh 44 Persen

24 Oktober
20:19 WIB 2017

REPORTASE, Pangkalpinang - General Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Bangka Belitung Susiana Mutia sebut pelanggan listrik tarif Industri di Bangka Belitung tercatat naik 44,18 persen jika dibanding tahun sebelumnya (YoY). Bahkan Babel menjadi terbesar se-Indonesia.

Pada September 2014 pertumbuhan pelanggan industri hanya tumbuh 4,89 persen. Berangsur meningkat pada tahun 2015 sebesar 11,60 persen, 2016 sebesar 38,52 persen, dan puncaknya di tahun 2017 ini.

"Pertumbuhan ini, merupakan yang terbaik dalam kurun waktu empat tahun terakhir," kata Susiana, Selasa (24/10/2017).

Menutnya, tren positif ini, dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, adanya pembukaan industri-industri baru seperti tapioka, smelter, dan lain sebagainya.

Kedua adalah munculnya dorongan dari para pelaku industri untuk melakukan efisiensi biaya produksi pada sisi tenaga listrik sehingga banyak pelaku usaha yang mengalihkan sumber listriknya dari sebelumnya menggunakan genset sendiri (captive power) menjadi pelanggan PLN.

“Kami perkirakan tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun, mengingat adanya dorongan dari para pelaku industri untuk beralih dari captive power menjadi pelanggan PLN," jelasnya.

Saat ini, untuk Bangka PLN surplus 28 MW, bisa untuk 60 industri, sedangkan untuk pembangkit Belitung surplus 40 MW dan itu cukup untuk 80 industri.

"Sekarang ini sudah ada 97 industri, dengan surplus 68 MW kita bisa menambah 140 industri lagi," bebernya.

Pertumbuhan signifikan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, khususnya Gubernur dalam mambantu menyelesaikan proyek-proyek ketenagalistrikan dan mengundang berbagai investor untuk bersama-sama membangun industri di Babel.

“Kami berterima kasih kepada Gubernur atas dukungan yang luar biasa diberikan kepada kami, sehingga proyek-proyek ketenagalistrikan PLN baik dalam rangka penguatan keandalan pasokan maupun penambahan kapasitas daya mampu dapat berjalan dengan lancar," tutup GM. (rnd/red)

-

Lainnya di Ekbis
 

Jika Temuan ICW Benar, Royalti untuk Daerah Makin Besar

REPORTASE, Pangkalpinang - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengindikasikan ada kecurangan dalam praktik pertambangan dan penjualan timah hingga menyebabkan hilangnya nilai perdagangan yang ditaksir mencapai Rp 68,9 triliun.Menanggapi hal itu, Sekretaris...

Baca Selengkapnya