REPORTASE BANGKA

 Latest Headlines
   

Puluhan Petani Babel dapat Penyuluhan

27 Oktober
07:13 WIB 2017

REPORTASE, Pangkalpinang - Untuk memperdalam ilmu pertanian para Petani, ‎Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung tahun 2018 medatang, setiap minggu 50 petani di ajak belajar di balai pertanian.

Kepala dinas pertanian Babel Toni Batubara mengatakan, memang selama ini petani di Babel sudah banyak yang mengerti masalah pertanian, namun apa salahnya tetap di berikan pembelajaran agar pengetahuannya bertambah.‎

2018, Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan menurutnya mempunyai program belajar bagi 50 petani setiap minggunya.‎

Nanti, para petani itu selama 1 hari penuh akan diajarkan masalah pertanian, mulai dari peternakan, tanaman pangan, Holtikultura dan Perkebunan termaksut masalah resi gudang untuk lada.

"Setiap minggu 50 petani mulai tahun depan, kita akan ajarkan mereka di Balai Benih tanaman kita yang ada di Air Pelempang Kabupaten Bangka," jelas Toni usai kegiatan pelatihan Herbisida terbatas dari Alishter di Hotel Cordela Pangkalpinang, Kamis (26/10/2017).

"Para petani, akan di dampingi para penyuluh pertanian, dan kita minta jangan sampai, Petani lebih pintar dari Penyuluh," ujarnya.

Masalah biaya, di sebutkan Toni merupakan tanggung jawab dari Kabupaten masing-masing,"kita akan minta seluruh Kabupaten menanggungnya,"ungkap dia.

Dalam setahun, menurut Toni setidaknya pengetahuan 2.400 petani bertamah, hal ini tentunya akan berdampak terhadap hasil, sehingga meningkatkan perekonomian para petani.

Sementara, Ketua Aliansi Steawarship Herbisida terbatas (Alishter) Pusat, Mulyono menyebutkan saat ini para petani di Indonesia, khususnya di Provinsi Bangka Belitung mengabaikan arti pentingnya menggunakan pelindung diri untuk herbisida.

Pelindung diri dari bahaya Herbisida, menurutnya mulai dari Pakaian, Sepatu, sarung tangan, kacamata hingga Masker.‎

"Bukannya tidak tahu, tapi mereka abaikan, padahal dampaknya sangat berbaya kalau kita tidak menggunakan pelindung diri saat menggunakan herbisida."kata Mulyono.

"Herbisida ini sangat berbahaya karena bisa keracunan kalau masuk melalui Mulut, mata dan terkena kulit,"ujar dia.

Maka untuk itu, Alishter melakukan sosialisasi, membantu para petani, terkait dampak bahaya menggunakan Herbisida kepada tanaman Gulma, tanaman yang mengganggu tanaman pokok.‎(rnd/red)

-