REPORTASE BANGKA

​Polres Pangkalpinang Pastikan Video Kekerasan Di SLTP N 10 Hoax!!

Sat Reskrim Polres Pangkalpinang Ketika Mengunjungi Ruang Kelas SLTP N 10 Sat Reskrim Polres Pangkalpinang Ketika Mengunjungi Ruang Kelas SLTP N 10
06 November
18:49 WIB 2017

REPORTASE, Pangkalpinang - Polres Pangkalpinang, memberikan keterangan resmi terkait video kekerasan yang diduga dilakukan oknum guru terhadap siswa SLTPN 10 Pangkalpinang.

Video yang menjadi viral di media sosial tersebut, menggambarkan kekerasan guru terhadap 2 siswa yang terjadi di dalam ruangan kelas.

Kasat Intelkam Polres Pangkalpinang AKP M. Adi Putra memastikan bahwa kejadian tersebut bukan terjadi di wilayah hukum Polres Pangkalpinang, melainkan di luar wilayah Babel.

"Video tersebut dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan provokasi di Pangkalpinang, dengan disambung - sambung kan berita kejadian di video tersebut dengan kejadian pemukulan guru terhadap muridnya di SMP N 10 Pangkalpinang di bulan oktober 2017 yang lalu", jelas Kasat Intelkam, Senin (6/11/2017)

Dikatakan Adi Putra, kejadian di dalam video tersebut cendrung berlebihan. "Kejadian dalam video tersebut tidak ada hubungannya dengan kejadian di SLTPN 10 Pangkalpinang juga tidak se heboh apa yang diberitakan di media sosial", pungkasnya.

Ditambahkan Adi Putra, diketahui penyebar video tersebut dan menjadi viral di media sosial akun FB atas nama @itam.fery. "kejadian di SLTPN 10 Pangkalpinang, sudah diselesaikan perdamaian secara kekeluargaan oleh pihak Sekolah dan Diknas kota Pangkalpinang dan org tua murid serta murid yg bersangkutan tidak mempermasalahkannya lagi," ujarnya.

Pantauan reportasebangka.com tampak anggota Polisi dari Inavis Polda Babel dan Reskrim Polres Pangkalpinang mendatangi SLTP N 10 untuk mencocokan kesamaan gambar dalam video.

"Hasilnya tidak ditemukan kesamaan gambar video yang beredar dengan TKP, kita ketahui bersama bahwa kejadian di tersebut terjadi di luar kelas dimana korban memanggil nama guru dari ruang kelas," terang Adi Putra.

JANGAN MUDAH TERPROVOKASI

Terpisah, Kapolres Pangkalpinang AKBP Noveriko Alfred Siregar menanggapi serius terhadap video kekerasan ini.

"Kami berharap masyarakat Kota Pangkalpinang jangan mudah terprovokasi terhadap video ini, karena dipatikan kejadian tersebut bukan terjadi di Pangkalpinang," harapnya.

Dirinya menghimbau bahwa saat ini situasi Pangkalpinang kondusif. "Percayakan informasi ke pihak kepolisian atau media yang dipercaya, bila kita menyebarkan informasi yang belum jelas kebenaran akan menciptakan kegaduhan dan menimbulkan provokasi yang akan mengganggu kamtibmas dan keresahan di masyarakat," ujarnya.

Saat ini pihak kepolisian Polres Pangkalpinang melakukan penyelidikan termasuk yang menyebarkan video provokasi ini. (knt)

-