REPORTASE BANGKA

​Pimpin Pramuka Babel, Melati: Bukan Media Pencitraan Politik

22 November
10:16 WIB 2017

REPORTASE, Pangkalpinang - Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung (Kwarda Babel) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Hotel Aksi pada 18 hingga 19 November 2017. Melati Erzaldi terpilih menjadi Kwarda Bangka Belitung periode 2017-2022.

"Ketika berbicara pramuka, artinya bisa diandalkan, tanggap dan cakap. Imej yang ada lebih kepada jambore, kumpul-kumpul. Nah, kita ingin peran kader pramuka lebih terasa di masyarakat," ujar Melati.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dirinya akan berupaya melibatkan seluruh SKPD dan instansi terkait yang bisa bermitra dengan Pramuka.

"Target kita adalah anak muda, menjadi karakter yang baik, berakhlak baik, religius pastinya, ke depan bisa menjadi SDM yang bisa diandalkan dan bisa bermitra dengan pemerintah jadi mitra pembangunan," tegasnya.

Terpilihnya Melati menjadi Ketua Kwarda Babel juga tidak luput dari pandangan skeptis seperti menjadikan pramuka sebagai media pencitraan politik, baik dirinya maupun Gubernur Babel.

"Kalau menurut saya itu hak mereka, saya tidak bisa mengontrol pandangan mereka yang masing-masing punya cara pandang sendiri. Tapi kembali lagi boleh lihat dari track record saya di Bangka Tengah, apakah itu menjadi media saya berpolitik, media saya sebagai istri Erzaldi. Kalau memang amanah itu diberikan kepada saya dan saya masih bisa memberikan manfaat kepada mereka, kenapa tidak? Jadi, kalau orang berpikiran skeptis, kita lihat saja bagaimana ke depan, apa sih aksi saya?," lanjut Melati.

Melati juga menampik ada intervensi Gubernur saat dia mencalonkan diri sebagai Ketua Kwarda Babel. Menurutnya, Gubernur pun sempat tidak memberikan izin kepada dirinya untuk maju sebagai calon Ketua Kwarda Babel.

"Ketika saya mau maju, bapak nggak ngasih. Awalnya Pak Erzaldi tidak memberikan, dia lihat saya sibuk banget dengan beberapa organiasi, takut nggak kepegang, takut ada hal-hal yang dia khawatirkan, sementara anak-anaik di Jakarta, takut saya tidak bisa membagi waktu. Tapi melalui pengertian bahwa beberapa kawan-kawan di pramuka berharap banyak agar organisasi pramuka bisa lebih baik, di sini saya sampaikan kepada pak Erzaldi, bukan berarti saya manusia yang terbaik yang bisa merubah," terangnya.

Kembali ke alasan sederhana Melati maju karena ingin mendarmabaktikan dirinya kepada masyarakat melalui pramuka.

"Saya pikir apa yang saya lakukan, saya nothing to lose, saya maju oke, saya organisasi juga sudah banyak. Tapi, saya pikir menurut saya ini petunjuk Tuhan, kenapa saya yang diminta sama mereka. Saya pikir ini menjadi jalan ibadah saya untuk kepentingan yang lebih besar lagi," kata dia.

Dengan terpilihnya Melati menjadi Ketua Kwarda Babel, dipastikan akan ada pembentukan kepengurusan yang baru. Dia belum bisa mengatakan akan terjadi perubahan komposisi secara besar-besaran karena semua perlu dipelajari lebih lanjut. Yang pasti, posisi yang memang tidak berjalan dengan baik akan digantikan dengan yang lebih baik.

"Saya merubah kalau memang itu perlu dirubah. Seperti saya merubah struktur kepengurusan di dalam PKK, buat apa mempertahankan struktur yang baru, tapi itu tidak berjalan. Ketika saya merubah itu, saya memilih orang, bismillah, bisa bekerja dan mudah-mudahan organisasi bisa terprogress. Kalau ditanya apakah akan ada perubahan struktur, sepertinya akan ada, tergantung sebesar apa perubahan itu, saya harus mempelajarinya. Intinya, ketika saya merubah, saya ingin pramuka jadi lebih baik," pungkasnya.

Tags :

-