REPORTASE BANGKA

Inflasi Tinggi, Tol Laut Tak Berikan Dampak Signifikan

21 Desember
07:55 WIB 2017

REPORTASE, Pangkalpinang - Anggota Komisi VI DPR RI, Bambang Haryo Soekartono menyebutkan keberadaan tol laut belum berpengaruh terhadap Provinsi Bangka Belitung (Babel). Hal ini di sebabkan tingkat inflasi di daerah tersebut masih cukup tinggi.

"Padahal Bangka Bangka dilewati oleh tol laut, harusnya harga komoditas murah, ternyata kapal tol laut yang bisa kesini yang kecil, karena muaranya dangkal," jelas Bambang saat mengunjungi pelabuhan Pangkalbalam, Selasa (20/12/2017).

"Ini bukti tol laut tak maksimal, yang dapat keuntungan pedagang tapi rakyat tetap dapat harga mahal, karena komoditas bukan untuk stabilisator pasar, harusnya itu dipantau pemasaran di pelabuhan tujuan, jadi harganya menjadi stabilisator pasar, dengan harga dilepas yang untung pedagang, karena sapat subsidi dari biaya APBN," tegasnya.

Ia menambahkan, dengan adanya pelabuhan yang memadai semestinya Babel bisa maju dan sejahtera, dan pedagang tidak perlu mengirimkan produk menggunakan pesawat.

"Harusnya cabe bisa pakai kapal tol laut, apa fungsinya ini (tol laut) gak ada, dan hanya habiskan anggaran, saya akan sampaikan ke pusat ternyata yang dilewati tol laut, inflasinya tertinggi, kesalahan pemerintah tidak memantau pedagang yang gunakan tol laut sebagai stabilisator pasar," ucap Bambang.

Bangka Belitung merupakan Provinsi poros maritim ALKI 1 dan poros maritim domestik, namun sayangnya hal ini belum dimanfaatkan, dan tol laut belum berjalan.

Setelah melihat pelabuhan Pangkalbalam, Bambang meminta agar KSOP segera meminta Kementerian Perhubungan untuk melakukan pengerukan terhadap alur pelabuhan ini, agar kapal besar bisa masuk di Babel dan tak tergantung pasang surut.

"Tugas pemerintah wajib mengeruk dan merawat alur sesuai kedalaman yang dinginkan kapal agar transportasi logistik dan penumpang bisa lancar.

Berapa kerugian masyarakat akibat dangkal ini, makanya inflasi tertinggi karena peran perhubungan belum maksimal, kalau saya yang menjadi menteri, malu saya," tandasnya.

Ia juga menyoroti, adanya jembatan baturusa II yang tidak berfungsi dan justru menghambat lalu lintas kapal yang masuk ke pelabuhan.

"Buat apa jembatan itu dibangun,, dibangun gak ada yang lewat, tadi saya nunggu disana setengah jam yang lewat cuma tiga mobil, infrastruktur dibangun hanya dibuang duitnya, daripada bikin jembatan ya mendingan keruk alur pelayaran," kritiknya.

Melalui kunjungan ini, ia berharap provinsi Babel bisa menjadi lebih baik, transportasi lancar, dan inflasi bisa ditekan, sehingga masyarakat bisa sejahtera. (rnd/red)‎

-

Berita Terkait
Lainnya di Reportase Babel
 

PKK Bangka Sulap Limbah Ikan Bernilai Tinggi

REPORTASE, SUNGAILIAT - Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Bangka akan mencoba mengolah limbah dari hasil perikanan seperti sisik dan tulang ikan untuk dijadikan aksesoris dan hiasan yang memiliki daya jual...

Baca Selengkapnya