REPORTASE BANGKA

Pembagian Uang Kompenssi KIP Nyaris Ricuh

12 Januari
09:00 WIB 2018

REPORTASE, Sungailiat - Puluhan perwakilan nelayan Parit Pekir dan Pelabuhan Sungailiat mempertanyakan prihal dana CSR dari KIP untuk para nelayan yang tak jua direalisasikan oleh kepanitiaan penyalur kompensasi dan pembongkaran KIP kepada nelayan daerah ini.

Menurut Ketua Kelompok Nelayan Lingkungan Parit Pekir Sungailiat, H. Bujang saat berada di kantor kecamatan Sungailiat mengatakan, awalnya nelayan ‎setempat terus berulang ulang menanyakan kapan dana CSR KIP dibagikan kepada mereka.

"Jadi para nelayan ini nanya itu terus sama saya sampai saya juga pusing. Karena tidak ada kejelasan, akhirnya dimediasikan kembali di kantor Camat," kata Bujang.

Sepengetahuan dia, dana CSR untuk nelayan ini sebenarnya sudah terkumpul sebesar Rp 1 Miliar lebih dan akan dibagikan oleh pengurus yang baru jika dana tersebut sudah genap Rp 2 M.

Akan hal itu, nelayan pun menuding kepengurusan dana CSR KIP ini tidak transparan dalam melaporkan keuangan kompensasi KIP itu.

"Seharusnya dana itu sudah dibagikan akhir tahun 2017. Namun hingga saat ini, dana kompensasi itu belum juga dibagikan sehingga terjadi permasalahan seperti ini," tegasnya.

Sementara itu, Camat Sungailiat, Suhardi yang memimpin pertemuan berharap kepada seluruh nelayan yang menerima dana CSR tersebut untuk bersabar‎.

"Ni kok 4 bulan Lum dibagi, Dak sabar agik. Biase a setahun sekali dibagi, Dak de yang ribut. Jadi semuanya harap bersabar," ujarnya Suhardi.

Menurutnya, pihak kecamatan Sungailiat tidak membela kepada pihak mana pun dan hanya memediasikan nelayan dengan kepengurusan dana CSR KIP untuk para nelayan.

"Jadi dana kompensasi itu akan dibagi sesuai dengan data yang ada," papar Dia.

Saat pertemuan berlangsung yang dihadiri perwakilan PT Timah dan kepengurusan dana CSR KIP untuk nelayan ini menuai ricuh setelah salah satu perwakilan nelayan meminta agar kepanitian yang baru ini dibubarkan. (Maulana)

-







Berita Terkait