REPORTASE BANGKA

4 Kali Mangkir, JPU Bacakan Keterangan Ahli Terkait Kasus Kepemilikan Pasir Timah

07 Maret
14:38 WIB 2018

REPORTASE, Sungailiat - Jaksa Penuntut Umum Aditya Sulaeman, SH Kejari Bangka membacakan keterangan saksi ahli yang rencananya dihadiri, Feri hardianto PNS Bidang Sumber Daya Mineral, Dinas Pertambangan Bangka Belitung di depan Majelis Hakim, Sarah Louis, SH, M.Hum di Pengadilan Negeri Sungailiat, Selasa (6/3/2018).

Pembacaan itu terkait kasus yang menjerat Efendi alias Aki dari temuan 6 karung pasir timah illegal di gudang miliknya setelah 4 kali mangkir dari panggilan.

Menurut keterangan ahli yang dibacakan Aditya Sulaeman, SH, MH apa yang dilakukan Terdakwa Efendi alias Aki dinyatakan melanggar aturan lantaran penampungan timah miliknya tidak mengantongi izin dari pihak terkait.

"Semua yang dikatakan Ahli intinya aktifitas terdakwa mengumpulkan timah itu melanggar aturan. Karena tidak mengantongi izin," ujar Humas Pengadilan Negeri Sungailiat, R. Narendra Mohni, SH usai persidangan kemarin.

Terdakwa Aki di persidangan mengaku kalau ia menyebarluaskan usahanya sebagai pembeli pasir timah kepada para penambang dan dirinya hanya menimbang timah menggunakan kaleng takaran. Ia mengakui pasir timah tersebut ia jual dalam kondisi kotor.

Sayangnya, Aki tak mau membeberkan siapa bos besar (asal Jakarta) yang menampung pasir - pasir timahnya ketika ditanyakan Majelis hakim.

Usai mendengar keterangan ahli dan pengakuan terdakwa, sidang kembali di lanjutkan pekan depan dengan agenda tuntutan. Diketahui Aki saat ini masih menjadi tahanan rutan Bukit Semut.

Sebelumnya, Aki ditangkap Tim Subdit IV Tipidter Dikrimsus Polda Bangka Belitung di kediamannya atas kepemilikan pasir timah seberat 175 Kg di gudang miliknya. Aki diduga melanggar Pasal 161 Undang - Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan minerak dan batubara. (mau)

-