REPORTASE BANGKA

Ditetapkan Tersangka, Dodot: Hormati Proses Hukum

Calon Wakil Walikota Pangkalpinang Ismiryadi alias Dodot Calon Wakil Walikota Pangkalpinang Ismiryadi alias Dodot
12 Maret
20:11 WIB 2018

REPORTASE, Pangkalpinang - Calon Wakil Walikota Pangkalpinang Ismiryadi alias Dodot menjalani pemeriksaan di Polres Pangkalpinang, Senin (12 /3 72018).

Pemeriksaan Dodot ini, terkait dugaan pelanggaran pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang 2018 . Diketahui Calon Wakil Walikota ini kedapatan membagikan Token listrik pada 25 Februari lalu di Kelurahan Parit Lalang.

Pantauan reportasebangka.com Dodot menjalani pemeriksaan di ruang Gakkumdu Polres Pangkalpinang di dampingi oleh Ferdy Hermawan selaku kuasa hukumnya.

Di jumpai di sela-sela pemeriksaan, dirinya mengatakan menghormati proses hukum yang sedang dijalaninya.

"Sebagai warga negara yang bai saya datang memenuhi panggilan, saya juga merasa aneh ketika di tetapakan sebagai tersangka," jelas Dodot.

Dirinya menilai bahwa edaran KPU terkait materi kampanye tidak di sosialisasikan ke pihaknya sebagai peserta pilkada.

"Edaran KPU terkait materi kampanye kami terima tanggal 26 Februari, sedangkan kami memulai kegiatan kampanye pada tanggal 15 Februari lalu," singkatnya.

Dodot juga mengeluhkan aturan KPU yang terkesan sering salah penafsiran. "Seperi kain sarung, itu diperbolehkan oleh KPU namun di lapangan tidak diperbolehkan oleh pihak pengawas lapangan," ungkapnya.

Ditambahkan oleh Dodot pihak Panwaslu harus bertindak tegas, terhadap pasangan lain yang melakukan pelanggaran.

"Beberapa hari yang lalau ada salah satu calon menggunakan atribut partai padaa saat kampanye, seharusnya itu tidak diperbolehkan karena ini pilkada bukan Pileg, jadi harus menggunakan alat peraga kandidat bukan partai," ujar Dodot.

Terpisah Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Raspandi membenarkan pemeriksaan terhadap salah satu calon Wakil Walikota.

"Ya, hari ini memang dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka dugaan pidana pemilihan Walikota dan Wakil Walikota, pihak reskrim telah melalui prosedur dalam menetapkan tersangka dengan 2 alat bukti," jelas Raspandi.

Semetara itu, sampai berita ini diturunkan Dodot masih dalam pemeriksaan oleh penyidik Polres Pangkalpinang.(Kentung)

-

Lainnya di Politik