REPORTASE BANGKA

Natak Kampung Asam, Ini Yang Dikeluhkan Pelaku Usaha Pembuatan Bakpao

22 Maret
15:01 WIB 2018

REPORTASE, Pangkalpinang - Aho (53) pengusaha Bakpao mengeluhkan tidak adanya bimbingan dari Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam menjalankan usaha membuat Bakpao.

Bimbingan yang dimaksud seperti pemberian kredit, atau pendampingan untuk pemasaran produk yang dihasilkan.

Hal ini disampaikan Aho saat bertemu berbincang langsung dengan calon Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang, Prof. H. Saparudin MT.PhD dan Edison Taher pada saar melakukan natak Pangkalpinang ke Kelurahan Kampung Asam, Kamis (22/3/2018) Pagi.

"Sudah lama kami membuat bakpao, dibantu oleh anak-anak kami, bakpao yang kami produksi kami pasarkan di seputaran Pangkalpinang," ujar Aho.

Di ungkapan Aho, dalam menjalankan usahanya mesti mengambil bahan pembuatan bakpao di toko langganannya.

"Biasanya saya ngambil dulu bahan-bahan bakpao, setelah bakpao terjual baru kami membayar ke toko langganan," terang Aho.

Menanggapi hal tersebut, Prof Udin menjelaskan permasalahan permodalan dan pemasaran produk UMKM memang jadi prioritas dalam program kerja dirinya bersama Edison Taher.

"Jika nantinya saya diberikan amanah memimpin Pangkalpinang, kami sudah mempunyai konsep yang jelas terhadap pelaku UMKM salah satunya memberikan bantuan kepada pelaku usaha kecil dengan memberikan bantuan kredit tanpa anggunan kepada 700 pelaku UMKM," terang Udin.

Dirinya menambahkan bahwa selain membantu modal dan pemasaran, hal yang terpenting adalah produk yang di hasilkan memenuhi standar nasional.

"Produk harus higenis, mempunyai tanggal Kadaluarsa di kemasan dengan demikian bakpao buatan Aho bisa menembus nasioal, untuk dijadikan oleh-oleh," tutup Udin. (Kentung) 

-