REPORTASE BANGKA

​Bangka Culture Wave 2018 Dimeriahkan Puluhan Fashion Carval Daur Ulang


02 April
17:07 WIB 2018

REPORTASE, Sungailiat - Event Bangka Culture Wave 2018 yang masuk dalam Kalender Kementrian Pariwisata terus bergulir di De'Locomotief Pantai tongaci Sungailiat, Minggu (1/4/18) kemaren. Event itu dimeriahkan puluhan peserta Fashion Carnaval Daur Ulang.

Puluhan peserta Fashion Carnaval Daur ulang ini di ikuti dari Bangka induk, Pangkal Pinang, Bangka Barat serta dari Bangka Selatan, para peserta terlebih dahulu melakukan Parade Fashion di sepanjang pintu masuk De'Locomotief Pantai Tongaci.





Kostum Daur yang dipakai peserta rata-rata terbuat dari kertas, buah karet, sumbu kompor,karung bekas, serta jating ikan. Peserta juga di ikuti mulai dari Anak TK hingga orang Dewasa. Serta yang jadi penilaian meliputi Kostum dan Catwalk, tema, make up, serta keserasian warna.

Frans salah satu Designer Kostum Daur Ulang asal belinyu ini mengatakan, Fashion Daur Ulang ini juga sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat mengenai barang-barang bekas yang bisa di manfaatkan dan bisa berguna.

"Daur ulang, yang terlintas pertama kali adalah sampah, jadi sampah itu sesuatu yang telah di buang, namun sampah itu ternyata mempunyai warna yang menarik, ketika dari warna itu kira bisa menghasilkan sebuah karya terutama yang saya tekuni adalah Feshion, yang mana hasil dari barang - barang bekas tersebut tidak kalah sama pabrikan, dari warna kita bisa menciptakan sesuatu yang mungkin tidak terpikir sebelumnya oleh kita," ungkap Frans.


Sementara itu salah satu peserta Fashion Carnaval Daur Ulang, Haris Pratama mengatakan, dirinya sudah semenjak satu pekan untuk mempersiapkan Kostum yang ia gunakan untuk mengikuti perlombaan ini, dirinya pun sempat mengaku kesulitan membuat Kostum yang akan di perlombakan tersebut.

"Kalau Kostum ini saya Desain dan buat sendiri, untuk bahan-bahan yang saya ambil meliputi Kertas Kopi Shacet, Karung Goni, Buah Karet, serta Sumbu Kompor, nah untuk kesulitannya pada saat menggabungkan Sumbu Kompor, karena sering lepas pada saat di lem," jelas Haris. (Mau)

Tags :

-