REPORTASE BANGKA

Beraksi Di Perairan Bangka Selatan, Perompak Asal Cengal Di Tembak Polisi

21 Mei
17:28 WIB 2018

Pangkalpinang - Usai sudah pelarian Tion Bin Kodin (33) warga Desa Sungai Sumur, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komring Ilir, Sumatera Selatan.

Setelah enam tahun masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Spesialis perompak kapal nelayan ini di amankan Subdit Gakkum, Direktorat Pol Air Polda Babel, Kamis (17/5/2018) Malam di pinggir Pantai Tanjung Menjengan, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komring Ilir.

Bahkan, Polisi melakukan tidakan tegas terukur dengan menghadiahi pelaku dengan timah panas di bagian paha sebelah kanan lantaran pelaku hendak melarikan diri dari kejaran petugas.

"Informasi berawal dari laopran warga, yang melihat pelaku aksi premanisme dengan meminta jatah uang kepada nelayan tambak, di daerah Sungai Menang, OKI," jelas Kanit Tindak Sub Dit. Gakkum Direktorat Pol Air Babel, AKP. Dedy Setiawan SH. S.ik, ketika memberikan keterangan pers, Senin (21/5/2018) di halaman Dit Polair Polda Babel kawasan Pelabuhan Pangkalbalam.

Dikatakan Dedy, pelaku sudah melakukan perompakan terhadap kapal nelayan di wilayah perairan Bangka Selatan sejah tahun 2012 lalu.

"Total sudah ada 20 laporan Kepolisian peristiwa perompakan yang dilakukan pelaku sejak tahun 2012 lalu, bahkan pelaku juga beraksi di perairan Lampung, Sumsel bahkan wilayah hukum Polda Metro Jaya," ungkapnya.

Ditambahkan dalam menjalankan aksinya pelaku selalu berkelompok dan terkenal kejam dalam menjarah muatan kapal nelayan.

"Delapan orang lainnya sudah diamankan pada Januari dan Februari lalu dan saat ini sedang menjalani hukuman. Ini yang kami amankan (Tion) adalah otak dari perompakan yang terjadi di perairan Basel, Pelaku dalam menjalankan aksinya selalu di bekali dengan senjata api dan senjata tanjam yang langsung di todongkan ke korban," Pungkasnya.

Dalam penangkapan tersebut, Polisi juga mengamankan senjata api rakitan jenis FN, Pisau dan dua butir peluru."Tersangka di jerat dengan pasal 439 ayat (1) JO. pasal 55 ayat (1) KHUP dengan ancaman 15 tahun penjara," singkatnya.

Terpisah, pelaku Tion mengakui telah melakukan perompakan sejak tahun 2012 lalu dan mendapatkan senjata Api di daerah Lampung

"Sudah sering merompak sejak 2012 lalu, Beli senpi rakitan di daerag Jabung, lampung timur pak," singkat Tion. (Kentung)

-