REPORTASE BANGKA

​Gelar Unjuk Rasa, Gabungan Ormas Tolak Kedatangan Ratna Sarumpaet CS

24 Agustus
14:17 WIB 2018

Pangkalpinang - Organisasi Kemasyarakatan, Kepemudaan dan PMII yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Babel Cinta Damai menggelar aksi damai di depan Mapolda Bangka Belitung, Jumat (24/8/2018). Aksi itu sebagai bentuk penolakan kedatangan Ratna Sarumpaet CS, yang akan melakukan kegiatan Dikusi Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) besok di Pangkalpinang.

Peserta aksi menolak kedatangan Ratna Sarumpaet, Rocky Gerung dan Marwan Batu Bara, yang akan menjadi pannelis dalam kegiatan diskusi tersebut. Peserta aksi menilai kegiatan tersebut diduga penuh dengan kepentingan kelompok tertentu.

Demonstran menganggap kegiatan yang mengangkat tema selamatkan Indonesia dan Ganti Presiden 2019 belum memasuki masa kampanye yang ditetapkan oleh KPU.

Selain itu, massa meminta kepada Kapolda Babel untuk tidak mengeluarkan ijin kepada pihak penyelenggara terkait kegiatan tersebut, agar suasana kerukunan, ketentraman dan keakraban masyarakat, menjelang masa kampanye dan menciptakan situasi kondusif di Babel.

Pantauan, rombongan pengunjuk rasa, langsung diterima dan beraudiensi dengan Dir Intelkam Polda Babel Kombes (Pol) Nur Romdoni, SIK dan Dir Sabhara Polda Babel.

Dihadapan Polisi, Rikky Permana dari Pemuda Panca Marga Babel menyatakan sikap, bahwa kegiatan tersebut harus di bubarkan.

"Apabila tidak ada tindakan dari pihak Kepolisian yang membubar, maka kami akan bubarkan,"ucap Rikky.

Dikatakan Rikky, saat ini di Babel situasi kondusif, sekarang belum masa kampanye namun pada saat pemilihan nantinya terserah mau memilih siapa.

"Apabila pernyataan kami ini tidak diindahkan, kami akan mendatangi Polda kembali dengan jumlah massa yang lebih banyak," ujar Rikky.

Pernyataan sikap dari Aliansi Masyarakat Babel Cinta Damai menolak kedatangan Ratna Sarumpaet CS, diterima oleh Dir Sabhara Polda Babel.

Pihak Kepolisian akan menyampaikan pernyataan sikap, dari gabungan Ormas, OKP dan Organisasi kepada Kapolda Babel Brigjen (Pol) Syaiful Zachri untuk ditindak lanjuti.

Sementara itu, Sekjend PC PMII Pangkalpinang Chairul Aprizal menjelaskan, sikap PMII BABEL saat ini jelas dan tegas dari kami menolak gerakan ini karena kami tidak menginginkan negeri serumpun sebalai yang harmonis ini diciderai dengan materi-materi yang bersifat memprovokasi dan mendoktrinisasi, tidak bermutu jika datang ke Babel untuk ganti presiden seperti itu.

"Kalau mau ganti ya silahkan secara konstitusi bukan dengan memprovokasi seperti ini. Tidak mengedukasi hal ini maka jangan datang ke Babel," tegas Chairul Aprizal saat dihubungi. (Kentung)

-