REPORTASE BANGKA

​DonggalAkustik, dari Babel untuk Donggala dan Palu

01 Oktober
09:19 WIB 2018

PANGKALPINANG – Belum hilang dari benak kita gempa mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Akhir Juli dan terus terjadi gempa susulan hingga Agustus.

Kini Ibu Pertiwi kembali menangis, Gempa berkekuatan 7,7 SR mengguncang Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat, 28 September 2018 petang. Titik gempa yang berada di kedalaman 10 km, tepatnya di 27 km Timur Laut Donggala, menimbulkan tsunami yang memperparah kerusakan dan menambah korban jiwa.

Hingga 30 September, tercatat sedikitnya 1193 orang meninggal dunia di Kota Palu. Sejumlah wilayah yang terdampak gempa dan tsunami mengalami kondisi rusak parah, baik bangunan dan infrastruktur. Jaringan listrik dan komunikasi terputus, beberapa wilayah bahkan terisolir karena tak dapat dilalui kendaraan.

Ribuan bahkan jutaan orang terpaksa harus tinggal di tenda-tenda atau tempat pengungsian dengan persediaan makanan, pakaian, dan obat-obatan yang terbatas.

Melihat musibah tersebut, atas resa kemanusiaan sejumlah orang dari berbagai komunitas dan elemen masyarakat di Pangkalpinang akan menggelar kegiatan doa bersama dan penggalangan dana bertajuk DonggalAkustik pada Senin (1/10/2018) di Taman Sari Pangkalpinang.

DonggalAkustik mengajak masyarakat umum dari semua kalangan yang ingin bersimpati berdoa untuk korban dan menyisihkan sedikit rezekinya.

Kegiatan yang berlangsung pukul 15.30 WIB dimulai dengan nonton bareng pertandingan AFC U16 antara Tim Garuda Muda melawan Australia. Pada pukul 16.00 WIB juga akan dilakukan penggalangan dana di jalan protokol atau simpang lampu merah Pangkalpinang oleh beberapa komunitas.

Acara inti dimulai selepas Magrib, acara diisi dengan berbagai pertunjukan seperti musik akustik, sanggar sang surya dan parodi Munir CS. Untuk penggalangan dana panitia telah menyiapkan sejumlah kotak amal dan lelang karya fotografi.

“Kegiatan ini terinisiasi oleh rasa kemanusiaan kita semua untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Donggala dan Palu. Bukan kesempurnaan dan hebatnya acara yang kita kejar, namun justru kita memulai dari hal sederhana namun penuh rasa simpati,” ujar Joko Setyawanto selaku pembina kegiatan.

DonggalAkustik mengajak semua elemen masyarakat untuk memanjatkan doa bersama. Dalam kebersamaan semua berkumpul melihat sisi positif rangkaian acara dan menjadi wadah bagi kita semua yang ingin menyisihkan sedikit rezeki.

“Untuk masyarakat umum dan semua kalangan silahkan nanti sore merapat ke Taman Sari Pangkalpinang, kita nonton bareng bola Indonesia vs Australia. Lalu pukul 7 malam kita lanjutkan dengan berbagai rangkaian acara,” ajaknya.

DonggalAkustik hanya aksi kecil dari berbagai aksi sejenis yang telah digelar di berbagai daerah di Tanah Air untuk meringankan beban korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu. Namun sekecil apapun yang kita perbuat, sangat besar nilainya bagi para korban.

-





Lainnya di Reportase Babel