REPORTASE BANGKA

​Gerakan Urang Melayu Babel Tolak Kedatangan Yaqut Cholil Qoumas

03 Oktober
20:57 WIB 2018

Pangkalpinang - Puluhan Ormas yang tergabung dalam Gerakan Urang Melayu Bangka Belitung, menolak Kirab Satu Negeri dan kedatangan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

Penolakan terhadap kegiatan Kirab Satu Negeri dan kedatangan Yaqut Cholil Qoumas karena kegiatan tersebut karena diduga membawa ideologi Islam Nusantara.

"Kita tidak pernah mengenal Islam Nusantara, Islam itu universal, Islam kita islam yang rahmatan lil 'alamin, jangan islam di kotak-kotakan dengan islam nusantara," ujar koordinator Gerakan Urang Melayu, H. Rijal Ahmad.

Terpisah, Sofian Rudianto menambahkan penolakan terhadap Kirab Satu Negeri juga berdasarkan sikap Yaqut Cholil Qoumas yang sering menyakiti ulama.

"Pernyataan dan sikapnya sering menyakiti ulama dan juga di tolak oleh beberapa daerah kedatangannya," singkatnya.

Kegiatan yang dilaksanan di Tins Cafe pada Rabu (3/10/2018) juga disini dengan pernyataan sikap yang berisi.

1. Menolak secara tegas atas penyelenggaraan Kirab satu negeri dan sejumlah rangkaiannya di wilayah bumi serumpun sebalai, provinsi Bangka Belitung karena diduga membawa ideologi Islam Nusantara.

2.Menolak penyebaran ideologi Islam Nusantara di bumi serumpun sebalai dalam bentuk apapun karena bertentangan dengan ajaran islam dan merupakan agenda penjajah untuk memecah belah islam dan kaum muslimin.

3.Menolak kedatangan Yaqut Cholil Qoumas karena selama ini banyak pernyataan dan sikapnya menyakiti ulama dan di tolak disejumlah daerah.

4. Penyelenggaraan kegiatan tersebut dapat menimbulkan penafsiran, politisasi dan menjadi pemicu konflik yang merusak kondisi kondusif di tengah masyarakat.

5.Kepada pihak berwenang diminta untuk tidak mengeluarkan rekomendasi maupun izin penyelenggaraan kegiatan dimaksud, dan Kalaupun sudah dikeluarkan agar dapat dibatalkan untuk mempertimbangkan Kamtibmas.

6.Kami tidak akan bertanggung jawab atas segala akibat yang mungkin timbul sebagai konsekuensi akibat penyelenggaraan kegiatan tersebut.

7.Menyerukan kepada seluruh kaum muslimin di bumi melayu serumpun sebalai untuk tetap bersikap tenang, mengedepankn cara damai, mengedepankan sifat islam Rahmatan lil'Alamin dan menghindari sikap atau perbuatan yang dapat melawan hukum. (Kentung)

-