REPORTASE BANGKA

Petani di Bangka, Ciptakan Alat Pencuci Lada dan Raih Juara Nasional

01 Desember
18:41 WIB 2018

Sungailiat - Alat Pencuci Lada (ACIDA) ciptaan Suripto, petani warga Desa Mabat, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka berhasil menjadi juara nasional pada lomba Teknologi Tepat Guna yang diselenggarakan di Bali pada bulan Oktober 2018 lalu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DINSOSPEMDES), Arman Agus, ketika memberikan laporan pada acara Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XV tingkat Kabupaten Bangka tahun 2018 di Taman Kota Sungailiat, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (22/11/2018).

‘’Pak Suripto, warga Mabat berhasil menjadi juara pertama Nasional pada lomba Teknologi Tepat Guna di Bali pada bulan Oktober 2018,’’ungkap Arman Agus.

Pada kegiatan tersebut, Suripto berkesempatan mempraktekkan cara kerja ACIDA yang disaksikan oleh para tamu undangan yang mana alat tersebut memanfaatkan energi air dalam mencuci Lada.

Hj. Restunemi, Staf Ahli Bupati Bangka bidang Politik dan Pemerintahan yang mewakili Bupati Bangka, Mulkan, dalam sambutannya mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih Suripto di tingkat nasional dan prestasi tersebut terus dipertahankan dan ditingkatkan kembali oleh para petani-petani lainnya.

‘’Selamat atas prestasi tingkat nasional, terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi serta menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk menciptakan teknologi tepat guna,’’ungkap Restunemi.

Restunemi yang membacakan sambutan Bupati Bangka juga mengatakan bahwa momentum BBGRM mencakup sasaran agar meningkatnya persatuan dan kesatuan masyarakat, meningkatnya peran aktif masyarakat dalam pembangunan, meningkatnya kemitraan masyarakat dan pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan, serta meningkatnya rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap hasil-hasil pembangunan.

‘’Makna yang terkandung dalam momentum BBGRM ini adalah agar gerak dan semangat membangun benar-benar timbul dari kearifan lokal yang ada, serta dapat melestarikan jiwa dan semangat kegotongroyongan ini di setiap kelurahan/desa,’’ ungkap Restunemi.

-







Berita Terkait
Lainnya di Reportase Babel