REPORTASE BANGKA

Menggali Asal Usul Timah Lewat Museum Timah Muntok

Museum Timah Indonesia Muntok Museum Timah Indonesia Muntok
21 Februari
03:26 WIB 2019

Bangka - Di wilayah Barat Pulau Bangka, ada tersimpan jejak sejarah pertimahan di Bangka Belitung (Babel). Jejak sejarah panjang tentang usaha pertambangan itu hanya bisa kita jumpai di Museum Timah Indonesia Muntok, Pulau Bangka.

Bangka Belitung sendiri sejak dulu dikenal sebagai daerah penghasil timah. Namun tak banyak yang mengetahui bagaimana sejarah pertambangan timah muncul di Bangka Belitung.

Nah, bagi anda yang sedang berlibur atau ingin mengetahui sejarah tentang munculnya tambang timah, Museum Timah Indonesia Muntok yang terletak di jalan Jenderal Sudirman Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Pulau Bangka menjadi tempat yang tepat untuk anda kunjungi. Penasaran seperti apa museum sejarah penambangan timah?

Bangunan museum timah warisan zaman kolonial Belanda itu memiliki tiga lantai dengan nuansa arsitektur Eropa tempo dulu dan dibuka untuk umum sejak 7 November 2013.

Dalam museum ini, wisatawan dapat melihat jejak sejarah mengenai pertimahan Bangka Belitung yang tergambarkan dengan jelas, seperti replika alat-alat pertambangan timah, alat tenun, atribut prajurit masa perang dunia kedua, serta disediakannya tayangan audio visual terkait peristiwa-peristiwa bersejarah.

Pada zaman dulu, bangunan Musium Timah Indonesia Muntok merupakan kantor divisi pertimahan Belanda, yang sempat diambil alih oleh tentara Jepang. Namun, setelah Indonesia merdeka, bangunan ini sempat tidak terurus, bahkan beberapa bagian bangunan ada yang lapuk dan runtuh.

Setelah dilakukan konservasi oleh PT. Timah Tbk, akhirnya gedung Belanda yang kini berlapis cat warna putih tersebut berdiri megah dan indah bahkan jauh dari kesan tak terurus.

Penulis Buku Sejarah Timah, Tedjo Sujitno (82) mengungkapkan, bahwa selain di Muntok, saat ini Pulau Bangka memiliki museum lain di Pangkalpinang. Meski namanya sama-sama Museum Timah Indonesia, namun ada perbedaan besar diantara keduanya.

’’Museum di Muntok ini terdapat galeri peleburan timah yang luasnya separo dari keseluruhan bangunan museum. Sedangkan museum yang di Pangkalpinang sebagai information center-nya,’’ kata Tedjo saat ditemui di Pangkalpinang, belum lama ini.

Tedjo menjelaskan, keinginan dirinya memperjuangkan keberadaan museum timah di Pulau Bangka dan kepeduliannya akan sejarahlah yang mendorongnya untuk menulis buku sejarah timah hingga dicetak beberapa kali edisi.

’’Latarbelakang saya bukan sejarawan, bukan pula penulis. Tapi karena belum ada yang menulis sejarah timah Indonesia, maka saya melakukannya. Terkait museum, saya harap ke depannya selain di Muntok dan Pangkalpinang, akan ada juga di area Bangka yang lain,’’ ujarnya.

Menurutnya, sejarah tentang timah di Bangka Belitung perlu diketahui oleh masyarakat luas, terutama masyarakat Bangka. ’’Kalau mengaku cinta Bangka, ya cintai juga sejarahnya,’’ ucapnya singkat.

Tedjo memberikan apresiasi terhadap PT. Timah yang dinilai memiliki kecintaan yang sangat tinggi terhadap sejarah pertimahan Babel, dibuktikan dengan upaya konservasi yang dilakukan oleh PT Timah Tbk.

"Selama ini PT Timah sangat menghargai sejarah dengan baik. Museum ini tak hanya bercerita tentang timah semata, tetapi juga sejarah dan budaya Indonesia khususnya di Bangka, tak hanya tampilan yang bagus dan detail, kilasan sejarah diceritakan sangat detail dan runtut," ujarnya.

Berikut sembilan galeri di dalam Museum Timah Indonesia Muntok

1. Sejarah Bangka dan Muntok.
2. Sosial budaya Muntok.
3. Sejarah Perang Dunia II di Muntok.
4. Sejarah pengasingan Bung Karno di Muntok.
5. Seputar geologi dan eksplorasi.

Sedangkan galeri keenam dan ketujuh menginformasikan tentang sejarah pengetahuan penambangan darat dan laut.

8. Pengetahuan peleburan timah
9. Sarana dan prasarana kreasi anak zaman.

Di ruang galeri Geologi dan Eksplorasi serta Galeri Tambang Darat dan Tambang Laut dipamerkan peta pertambangan timah di dunia dan Indonesia, alat untuk mengukur kandungan timah, alat pemetaan wilayah, jenis-jenis timah mentah, dan alat eksploitasi timah. Sementara di Indoneisa hanya ada dua yang memiliki kandungan timah besar yakni Karimun dan Kundur di Kepri serta Bangka-Belitung.

Di Galeri Peleburan Timah dijelaskan sejarah peleburan logam dari masa ke masa. Peleburan timah pertama di dunia terjadi di Turki pada tahun 1.500 SM ketika seseorang mencampurkan tembaga dan timah menjadi perunggu. Peleburan timah di Bangka telah berlangsung mulai abad ke-10. Ruangan ini menjabarkan dengan detail dan gamblang proses peleburan bijih timah di PT Timah dan beberapa sampel timah olahan siap jual.

Dalam Galeri Sarana Prasarana memamerkan foto-foto lama Kota Muntok tempo doeloe, termasuk peta kota tua Muntok. Galeri Bung Karno menampilkan foto ketika Bung Karno dan kawan-kawan diasingkan ke Muntok. Termasuk miniatur Wisma Ranggam dan Wisma Menumbing, gedung tempat tokoh-tokoh diasingkan di Muntok, menjadikan museum timah Muntok ini menjadi lokasi wisata sejarah dan wisata edukasi yang layak dan patut di kunjungi.

-