REPORTASE BANGKA

​PT. Timah Berkomitmen Hijaukan 17 Ha Lahan Kritis Eks Tambang Air Kundur

21 Februari
18:09 WIB 2019

Sungailiat - PT timah Tbk pada Tahun 2017 telah melakukan riset dan perbaikan di lahan Eks lahan Tambang Timah, bersama Lembaga riset pemerintah Jerman, yakni Bundensanstalt fur Geowissenschaften und Rohstoffe(BGR) / Federal Institute for Geosciences and Natural Resources German sedikitnya seluas 17 hektar lahan reklamasi di Bukit Layang, Kabupaten Bangka kepada PT Timah Tbk, Rabu (20/2/2019).


Dalam kesempatan tersebut Direktur Operasi dan Produksi PT Timah Tbk Alwin Albar mengatakan adapun tujuan dari kegiatan ini sebagai bentuk komitmen lembaga dan perusahaan penambangan tersebut menghijaukan kembali lahan kritis di daerah itu.


"hari ini kami PT. timah sangat berbahagia untuk program ini, karena program reklamasi merupakan salah satu komitmen kami dalam merehabilitasi lahan eks tambang sebagai kewajiban pemilik IUP dengan harapan reklamasi lahan bekas penambangan yang memberikan manfaat untuk masyarakat di daerah ini," kata Alwi dalam sambutannya.


kegiatan reklamasi lahan bekas tambang bijih timah di Desa Bukit Layang ini merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia melalui pemerintah provinsi kepulauan bangka belitung, dan PT Timah Tbk, dengan Jerman dalam menghijaukan kembali lahan kritis menjadi produktif untuk peningkatan perekonomian masyarakat.


"Lahan tersebut merupakan lahan bekas tambang milik PT Timah Tbk dan sejak 2017 digarap oleh lembaga riset asal Jerman sebagai pilot project reklamasi menggunakan teknologi ramah lingkungan," ujarnya.


Saat ini lahan tersebut sudah ditanami berbagai tanaman yang bermanfaat untuk peningkatan ekonomi masyarakat, seperti kelapa sawit, karet, gelam, buah-buahan, sengon dan tanaman hortikultura lainnya. "diharapkan kegiatan reklamasi ini menjadi percontohan dalam menghijaukan kembali lahan kritis di daerah ini," ucap Alwi.


Sementara itu, Kepala Divisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedutaan Besar Republik Federal Jerman, Svann Langguth mengucapkan terima kasih atas dukungannya agar proyek reklamasi ini berjalan lancar.


"Kegiatan reklamasi ini murni dari niat baik Pemerintah Jerman karena sebagai salah satu negara yang mengimpor Timah asal Indonesia untuk itu kami pun ingin tau proses mendapatkan timah tersebut," Ungkap Svann Langguth.

-





Lainnya di Reportase Babel