REPORTASE BANGKA

Minta Dilegalkan, Warga Dusun 6 Pait Jaya Datangi Unit Meteoroli PT. Timah Muntok

05 Maret
18:29 WIB 2019

Muntok - Warga Ring 1 Dusun 6 Desa Pait Jaya, Muntok, Bangka Barat, memdatangi unmet (unit meteorologi) PT. Timah, Selasa (5/3/2019). Para pendemo yang merupakan penambang pasir Timah ini, menuntut agar warga ring 1, bisa megelolah limbah bekas cucian pasir timah.

Dalam orasinya, koordinator aksi Iskanto mendesak PT. Timah untuk segera memberikan izin warga Ring 1, untuk mengambil dan mengolah limbah timah yang selama ini mereka lakukan Secara ilegal.

"Kami harap secepatnya PT. Timah memberikan izin untuk mengambil dan megelolah limbah dari unmet Muntok, rakyat jangan dihadapkan dengan aparat keamanan," teriak Iskanto dihadapan demonstran.

Ditambahkan Iskanto, pendekatan dengan menggunakan kekerasan tidak dapat menyelesaikan permasalahan. "Mengejar masyarakat sampai ke kampung, itu sudah diluar wilayah PPBT bahkan sampai ke kampung, itu tidak dapat menyelesaikan masalah," kata Dia.

Ditambahkan Iskanto, pihaknya mempertanyakan bila terjadi pertumpahan darah dan mengakibatkan kematian siapa yang akan bertanggung jawab, solusinya adalah legalkan dan biarkan rakyat mengambil sisa timah (limbah) dengan tenang,"ujar Iskanto.





Iskanto mengungkapkan, sejumlah persyaratan sudah disanggupi untuk mengambil dan mengelola limbah timah.

"Mulai sistem pengambilan shift, dan tanda pengenal secara jelas dengan mencantumkan KTP dari warga yang akan mengambil dan mengolah Limbah, persyaratan berupa KTP ada di pusmet semua udah ada di unit tambang darat, di Pangkalpinang ada di Ka unit di washpron di kepala washpron itu udah lengkap tanda tangan warga dan KTP warga Parit," beber Iskanto.

Sayangnya, aspirasi ratusan warga ini hanya di dengar oleh Ibnu kepala keamanan unmet PT. Timah, Muntok.

"Saya akan sampaikan dan mendampingi warga beraudiensi ke pejabat PT. Timah, namun saya mohon kepada warga, untuk berhenti mengambil dan mengelolah limbah timah di sekitar area PPBT," terang Ibnu.

Aksi damai yang berlangsung selama hampir 2 jam lebih ini berlangsung aman dibawah pengawasan ketat aparat keamanan.

"Masalah ini jangan berlarut-larut diputuskan, karena inilah ladang pekerjaan kami, tempat menghidupi keluarga sebagai pelimbang timah," teriak salah satu demonstran. (Chairul Afrizal/unt)

-