REPORTASE BANGKA

​Diduga Serobot Tanah, Puluhan Warga Protes Tambang Bijih Timah di Jelitik Bangka

03 Mei
11:35 WIB 2019

Sungailiat -


Puluhan warga Kelurahan Jelitik Sungailiat, Kabupaten Bangka, Pulau Bangka mendatangi lokasi tambang timah di kawasan Industri Jelitik Sungailiat. Kedatangan warga itu meminta agar aktivitas tambang dihentikan.


Pantauan Reportase Bangka, warga datang ke area tambang milik CV. Bangka Mineral Minning (BMM) milik Yanto alias Angiat sekitar pukul 09.00 WIB dengan membawa sejumlah spanduk.


Kedatangan puluhan warga ini mendesak aktivitas tambang nonkonvensional (TN) dihentikan, karena diduga merambah lahan milik warga, Bujang Su alias Achin. Meskipun sempat beroperasi, tambang timah itu akhirnya dihentikan setelah didatangi warga. 


"Kami maunya hari ini berhenti dan pertemukan kami dengan Angiat pemilik tambang ini. Ini tanah saya,” kata Bujang Su yang mengklaim tanah miliknya, Kamis (2/5/2019).


Di lokasi tambang, warga ditemui perwakilan yang mengaku dari perusahaan, Hendro. Keduanya sempat bersitegang. Tampak pihak keamanan dari satpam PT Timah Tbk ikut mengamankan lokasi yang terdapat dua unit mesin TN, empat alat berat berupa escavator, dan satu alat berat bulldozer.


Bujang Su menyatakan, perlu ada kejelasan atas penyerobotan tanah miliknya. Ia mengklaim memiliki surat dan meminta pihak penambang menunjukkan surat perintah kerja atas aktivitas tambang itu.


“Intinya, kami minta untuk dipertemukan dengan Angiat dan ini dihentikan dulu dengan status quo. Jangan sampai kami mundur, nanti kami pulang ini beraktivitas lagi,” tegasnya.


Sementara itu, Hendro selaku perwakilan tambang menyatakan tidak bisa mengambil putusan apapun terkait desakan warga.


"Saya tidak tahu, saya tidak bisa ambil putusan apapun,” sebut Hendro di hadapan puluhan warga yang protes.


Konflik tambang mitra PT. Timah Tbk yang dikelola CV. BMM masih belum menemukan titik temu. Desakan warga yang diwakili pemilih tanah tetap meminta aktivitas tambang non konvensional milik Yanto alias Angiat itu distop.


Kabag Ops Polres Bangka Kompol S. Sohpian, Kasat Intelkam AKP Widodo, Kapolsek Sungailiat AKP Dedi turut hadir di aksi protes warga itu. Setelah melalui pembicaraan akhirnya disepakati adanya pertemuan lanjutan antara pihak terkait. Tambang diminta berhenti dahulu aktivitasnya sampai ada kejelasan persoalan. (mau/mau)

-