REPORTASE BANGKA

Dari Hobi Ternak Unggas Ibu Siti Bangun Bisnis Hingga Kuliahkan Anak

01 Juli
01:17 WIB 2019

Pangkalpinang - Siti Nurhayati merupakan seorang ibu rumah tangga yang mengembangkan usaha ternak unggas berangkat dari hobi dan kesukaan. Usaha ternak unggas yang dirintis perempuan berusia 53 tahun itu, kini berbuah jadi niliai ekonomis dan profit.

"Awalnya saya dari hobi melihara unggas seperti ayam kampung, ayam kalkun, bebek dan kelinci," jelas Siti saat menceritakan kisah inspiratifnya awal mula bisnis peternak unggas kepada Reportase Bangka.

Menurut Siti selain hobi dan suka memelihara, unggas-ungas tersebut juga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya.

"Saat itu tidak memikirkan bisnis, ya karena hobi memelihara saja. Yang penting untuk makan keluarga tidak beli ayam dan telor lagi ke pasar (toko)," ujarnya.

Semakin hari unggas yang dimiliki Ibu Siti semakin banyak baik ayam dan bebek juga membutuhkan kandang yang lebih besar. Saat itulah terbesit dibenaknya untuk terjun kedunia bisnis unggas di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung. Karena keterbatasan modal yang dimiliki, Ibu Siti akhirnya mencari cara agar ungas-unggasnya itu memliki kandang yang lebih besar meskipun sementara.

"Karena kurang modal maka kayu atau papan bekas saya jadikan kandang untuk menampung hewan ternak saya," sebutnya.

Dengan modal kandang dari papan bekas dan sedikit uang tabungan pribadinya, Ibu Siti pun memberanikan diri memulai bisnis ternak unggas itu dengan mencari bibit ayam dan bebek.

Kesuksesan Ibu Siti Nurhayati warga Kelurahan Ampui, Kota Pangkalpinang, Pulau Bangka bukan tanpa hambatan. Sebelum jadi sukses seperti saat ini, usaha yang dibangun berawal dari hobi dan kesukaannya itu sempat dililit permasalahan modal, karena sempat menjadi korban penipuan pembelian bibit unggas online.

"Sebelum seperti saat ini, saya juga sempat mejadi korban penipuan pembelian bibit unggas secara online, berawal dari saya lihat di google banyak website yang menawarkan bibit ayam dan bebek," kenang ibu Siti.

"Salahnya saya saat itu langsung percaya dan langsung transfer uang ke nomor reking yang dituju, namun ayam tak kunjung diterima," timpanya. 



Kisah sukses peternakan unggas Ibu Siti yang sudah dilakukan belasan tahun ini tidak dibangun dalam waktu semalam. Dia pun harus mencari kembali modal setelah menjadi korban penipuan. Nasib baik pun menghampirinya, setelah Ibu Siti bertemu teman-teman UKM, bahwa ada BUMN yang bisa membantu pemodalan usaha.

"Awalnya tahu kabar dari teman-teman UKM bahwa PT Timah bisa membantu permodalan dengan syarat yang sangat mudah," terangnya.

Setelah mengajukan modal dan diterima, ibu Siti bisa bernafas lega lantaran bisa melanjutkan bisnis peternakan unggas. Kini, berkat menjadi mitra binaan PT Timah dirinya bisa membuat kandang yang layak bagi ternak-ternak Bebek miliknya.

"Saat ini bebek jenis serati mencapai 100 ekor, sisanya Ayam dan kalkun," kata Siti.

Diterangkan Siti, hasil panen bebek banyak dibeli oleh pedagang pasar juga tidak sedikit dibeli oleh Rumah Makan di Kota Pangkalpinang. "Selain itu saja juga menjual anakan bebek yang dijual 40 ribu/ekor, telur bebek yang saya asin banyak pedagang pasar yang beli untuk dijual kembali," beber Siti.

Berkat keuletan ibu Siti, kini dirinya bisa menikmati hasil dari jerih payah dalam membangun usaha peternakan unggas. Hingga bisa menyekolahkan anaknya hingga ke bangku kuliah.

"Alhamdulillah anak saat ini kuliah, hasil dari penjulanan ternak dan telor asin juga cukup untuk kebutuhan sehari-hari," tutup ibu Siti. (unt/unt)

-