REPORTASE BANGKA

Cerita dr Eka Sulastri Berikan Layanan Kesehatan Keliling di Daerah Terpencil

dr Eka Sulastri [kiri] dr Eka Sulastri [kiri]
08 Juli
04:27 WIB 2019

Toboali - Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung (Babel) memiliki wilayah yang cukup luas bahkan masih memiliki Dusun terpencil seperti Dusun Pangkalan Batu dan Desa Ranggung.

Untuk menuju dusun yang terdiri dari rawa dan daratan ini, kita harus menempuh perjalanan darat selama satu jam dari pusat Kecamatan, dan melewati jalanan berlumpur.

Meski sulit transportasi, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan bagi penduduk yang berjumlah 60 kepala keluarga ini.

Di Kecamatan Payung terdapat puskesmas dan memiliki dokter umum tetap yang rutin melaksanakan puskesmas keliling satu bulan sekali di Dusun tersebut.

Namanya dr Eka Sulastri, merupakan dokter tetap di Puskesmas Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, Babel. dr Eka menceritakan kisahnya demi membantu memberikan pelayanan kesehatan kepada warga. Menurutnya, untuk menuju pemukiman penduduk, para tim medis ini harus berjuang keras untuk menaklukkan jalanan terjal dan berlumpur.

"Biasanya kami naik ambulans pak ke Dusun. Terkadang jika mobil ambulans dipakai merujuk pasien, karena satunya rusak, jadi kami biasanya gunakan mobil operasional," ungkap Dokter Umum Puskesmas Payung, dr Eka Sulastri.

Dikatakan dr Eka, bahwa pihaknya rutin memberikan pelayanan kesehatan bagi warga Dusun Pangkalan Batu - Desa Ranggung.

"Kami hadir disana setiap minggu ke empat setiap bulannya, berbagai layanan kami berikan kepada warga disana seperti pemeriksaan kesehatan, gizi, ibu hamil dan imunisasi," beber alumnus Fakultas Kedokteran Unsri ini.



Untuk memberikan pelayanan prima bagi warga Dusun Pangkalan Batu, pihak Puskesmas menerjunkan enam petugas Puskesmas, yang terrdiri dari dokter umum, petugas gizi, perawat, apoteker serta dibantu oleh dua orang kader.

Bagi dokter Eka sapaan akrabnya, medan yang sulit bukanlah penghalang untuk mengabdikan diri kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, khususnya bagi warga Pangkalan Batu dan Kecamatan Payung pada umumnya.

"Bahkan sebelum adanya jalur darat, kami pernah naik perahu untuk menuju dusun Pangkalan Batu, dan alhamdulillah saat ini sudah ada jalan berkat bantuan CSR PT Timah kami tim puskesmas terbantu, walaupun masih berupa tanah puru," cerita dokter Eka.

Masih diceritakan dokter Eka, dirinya merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan berupa akses jalan yang dibangun PT Timah terutama untuk memangkas jarak tempuh.

"Kalau dulu masih naik perahu, bisa 40 menit untuk menyeberang sampai daratan dan dilanjutkan dengan jalan kaki menuju perkampungan penduduk sekitar 20 sampai 30 menit, sekrang lebih cepat di bandingkan sebelumnya," tutup dokter Eka. (unt/unt)

-





Berita Terkait
Lainnya di Reportase Babel