REPORTASE BANGKA

Cerita Sandari dan Istri Sukses Rintis Usaha Pondok Degan

30 Juli
20:08 WIB 2019

Pangkalpinang - Menjadi pengusaha sukses adalah impian semua orang. Namun untuk menuju kesuksesan tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Seperti pasangan suami istri, Sandari dan Erlina yang menceritakan awal dirinya merintis usaha Pondok Degan pada awal 2014 lalu.

"Sebelum memulai usaha ini, saya kerja serabutan, menjadi buruh harian dan pernah bekerja di Tambang Invenkonsional," kata Sandari saat ditemui reportase bangka.

Sandari dan istri menyadari, keputusan ber wirausaha tentunya membutuhkan modal yang tidaklah sedikit. Meski demikian, ia tak langsung surut langkah dalam melanjutkan cita-citanya menjadi pengusaha.

Sadar akan modal usaha yang dimilikinya minim, membuat ia memutar otak dan mencari peluang usaha yang hanya bermodal kecil.

"Pilihannya yang tidak memakan modal cukup besar adalah jualan Es kelapa, kita hanya butuh gula, susu dan es juga tidak memerlukan tempat jualan yang tidak terlalu besar," ujar Sandari.

Setelah mendapatkan kelapa muda dan peralatan lainnya, Sandari melilih tempat usaha persis di depan Kantor PT Timah,Tbk. "Pilih disini selain tempatnya teduh dan banyak pepohonan, juga strategis dan mudah dijangkau pembeli," lanjutnya.

Di awal menjalankan usahanya, pasangan suami istri ini hanya berjualan es kelapa muda, dengan dibantu anaknya.

"Mungkin belum banyak yang coba, pembeliannya sedikit, namun lama-lama juga semakin meningkat terutama anak-anak muda yang memang mencari tongkrongan," ucapnya.

Usaha yang dilandasi ketekunan dan keyakinan berbuah hasil, Pondok Degan semakin dinikmati pelanggan untuk melepaskan dahaga.

"Setelah usaha es kelapa muda sudah mulai rame, kami memberanikan diri sewa tempat disini (depan kantor Timah) dengan membayar kontrak ke pihak Pemkot Pangkalpinang, selain itu juga kami menambah kursi agar pengunjung nyaman bersantai disini," ungkapnya.

Keinginan Sandari untuk mengembangkan usaha Pondok Degan terbentur oleh persoalan modal yang terbatas.

"Melalui teman, saya mendapat informasi bahwa PT Timah sedang fokus pada pengembang usaha kecil menengah, yaitu program mitra binaan PT Timah,"kata Sandari.

Setelah mendapat suntikan modal dari mitra binaan, dirinya langsung merombak Pondok Degan agar lebih layak dan menambah menu yaitu ikan bakar, ayam bakar dan aneka juice.

"Kami bersyukur bahwa menjadi mitra binaan PT Timah manfaatnya sangat kami rasakan, usaha semakin lancar dan pelanggan semakin banyak," ungkap Sandari.

Saat ini, Pondok Degan semakin dimintai bukan hanya oleh penggemar es kelapa muda tetapi penikmat kuliner ayam dan ikan bakar. "Yang spesial dari menu meni ikan segar dengan bumbu seperti terasi Toboali juga ayam bakar yang full bumbu juga ada cumi goreng, harganya sangat bersahabat per porsi 50 ribu rupiah saja,"terang Sandari berpromosi.

Dalam satu hari Pondok Degan bisa menjual 100 sampai dengan 150 gelas es kelapa muda dengan harga 10 ribu rupiah per gelas. "Satu hari penghasilannya tidak menentu terkadang bisa jutaan, dan saya disini juga bisa mempekerjakan 7 sampai 8 orang," pungkasnya.

Bagi penggemar es kelapa, ikan bakar, ayam bakar, aneka juice wajib mencoba warung yang buka dari pukul 08.00 Pagi sampai dengan malam. "Juga menu kami bisa di pesan melalui aplikasi ojek online," tutup Sandari. (unt/unt)

Tags :

-