REPORTASE BANGKA

Jurnalis Babel Desak Polisi Usut Tuntas Pembakaran Rumah Jurnalis di Aceh

31 Juli
18:10 WIB 2019

Pangkalpinang - Puluhan Jurnalis di Bangka Belitung (Babel) turun ke jalan menggelar aksi solidaritas terkait kasus pembakaran rumah Asnawi Luwi, wartawan harian Serambi Indonesia di Aceh Tenggara.

Aksi solidaritas dari berbagai media baik televisi, cetak dan online dilakukan di persimpangan Jalan Jenderal Sudirman, Alun - Alun Taman Merdeka, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Dalam pernyataan sikapnya Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Babel, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Biro Pangkalpinang dan Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Bangka Belitung mengecam dan mengutuk peristiwa pembakaran yang dilakukan orang tak dikenal (OTD) terhadap rumah wartawan di Aceh serta meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kami dari IJTI Bangka Belitung (Babel) mengutuk tindakan kekerasan dalam bentuk apapun, apalagi mengarah ke pembunuhan,” jelas Ketua IJTI Bangka Belitung, Joko Setyawanto di sela-sela aksi, Rabu (31/7/2019).

Kasus pembakaran rumah wartawan di Aceh Tenggara, menurut Joko memberedel keberadaan pers dan sudah tidak manusiawi, karena pada peristiwa pembakaran, Asnawi bersama keluarganya berada di dalam rumah.

“Sekali lagi IJTI mengutuk tindakan kekerasan tersebut, karena bukan tindakan manusiawi dan ini memberedel keberadaan pers,” tegas Ketua IJTI Babel .

Dalam aksinya, puluhan jurnalis Bangka Belitung membawa poster bertulisan ‘Mengecam Pembakaran Rumah Wartawan’ dan foto rumah Asnawi Luwi yang hangus terbakar.

Sementara menurut Koordinator Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palembang Biro Pangkalpinang, Barliyanto mengatakan bahwa AJI mengutuk keras tindakan kekerasan terhadap wartawan, apapun yang dilakukan, karena itu melanggar hukum.

“Kami minta ke pihak terkait untuk mengusut tuntas kasus pembakaran rumah wartawan di Aceh, karena profesi wartawan dilindungi oleh undang-undang,” kata Barli.


Hal senada juga disampaikan Ketua DPW HPI Bangka Belitung Riki Permana mendesak agar pihak berwajib, presiden Jokowi menyelesaikan permasalahan ini.

"HPI meminta kepada Kapolri, Panglima TNI dan Presiden agar peristiwa pembakaran rekan kami di Aceh segera di usut tuntas segera tangkap pelakunya," tegas Riki Permana. (unt/why)

-