REPORTASE BANGKA

Razia Tambang Timah di Sungai Teluk Bayur Petugas Bakar Ponton

31 Juli
18:20 WIB 2019

Pangkalpinang - Polres Pangkalpinang bersama Sat Pol PP Kota Pangkalpinang kembali melakukan penertiban Tambang Invenkonsional jenis ponton di alur Sungai Teluk Bayur, Selasa (30/7/3019).

Kedatangan aparat gabungan ini, sontak membuat puluhan pekerja tambang lari kocar kacir bahkan tidak sedikit mereka menceburkan diri ke sungai untuk menghindari petugas.

Selain mengamankan peralatan tambang ilegal berupa mesin, selang dan peralatan lainnya, ponton TI juga ikut dimusnakan dengan cara dibakar.

Razia TI yang sering dilakukan di alur sungai Teluk Bayur ini merupakan respon pihak kepolisan setelah mendapat banyak laporan dari nelayan setempat yang mengeluhkan aktivitas ilegal tersebut.

Hal ini dikatakan Wakapolres Pangkalpinang Kompol Nur Samsi didampingi Kasat Pol PP Kota Pangkalpinang, saat ditemui reportasebangka.com di lokasi penertiban.

"Ini sangat meresahkan nelayan, sungai ini merupakan alur keluar masuk kapal nelayan dan mereka terganggu adanya TI Ponton di Sungai ini,"terang Nur Samsi.

Ditambahkan Nur Samsi, pihaknya akan terus melakukan razia TI di wilayah Kota Pangkalpinang dikarenakan di Ibu Kita Provinsi Babel ini tidak ada wilayah tambang.

"Kita akan datang terus, kami bersama tim gabungan tidak akan menyerah pada aktivitas TI Ilegal ini, hari ini datang, besok datang lagi dan ini rutin," kata Samsi.

Pantauan reportasebangka.com razia yang berlangsung dari pukul 13.00 sampai dengan pukul 18.00 ini, pihak Polres Pangkalpinang mengerahkan satu unit kapal patroli dari Satpol Air Polres Pangkalpinang dan satu unit perahu ruber boat.

"Jadi ponton-ponton TI yang berada di tengah sungai ini kita tarik menggunakan kapal patroli, selanjutnya mesin-mesin TI kita bawa untuk menjadi barang-bukti," tutup Nur Samsi.(unt/unt)

-