REPORTASE BANGKA

4 Tahun Terakhir, Dana CSR PT Timah Tembus Rp 180,2 Miliar

01 Agustus
21:43 WIB 2019

Pangkalpinang – Sepanjang 2014-2018 PT Timah Tbk telah mengalokasikan dana corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp 180,2 miliar. Dana tersebut disalurkan melalui tiga program, yaitu Rp 84,9 miliar untuk program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM), Rp 74,6 miliar untuk program kemitraan dan Rp 20,5 miliar untuk program bina lingkungan.

Kepala Bidang Humas PT Timah Tbk Anggi Siahaan, menyatakan dana CSR diperoleh dari dua sumber. Pertama, biaya operasional perusahaan yang disesuaikan dengan jumlah atau target produksi. Ke-dua, laba bersih perusahaan sebesar maksimal 4 persen.

"Menjalankan CSR idealnya bukan lagi sekadar memenuhi tuntutan regulasi. Bagi kami, ini adalah salah satu cara untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, sekaligus meminimalisasi dampak akibat aktifitas perusahaan," kata Anggi.

Salah satu contoh CSR program bina lingkungan yang sudah dilakukan PT Timah Tbk adalah membangun jalan sepanjang 1,2 km yang menghubungkan Desa Ranggung dan Dusun Pengkalen Batu di Bangka Selatan. Sejak jalan penghubung itu ada, masyarakat Dusun Pengkalen Batu terbebas dari isolir.

"Di sana ada sekitar 60 kepala keluarga. Sebelum ada jalan penghubung, mereka harus menggunakan sampan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Layanan kesehatan seperti Puskesmas keliling pun kini bisa masuk ke Dusun Pangkalen Batu, sehingga akses kesehatan dapat dirasakan seluruh warga," uajar Kabid.

Pembangunan akses jalan di dusun Pangkalen Batu berhasil mendapat Zamrud CSR dalam ajang Nusantara CSR Awards yang dihelat oleh La Tofi School of CSR beberapa waktu lalu. Penghargaan ini diberikan karena program CSR yang dilakukan PT Timah Tbk dinilai sangat terintegrasi serta memiliki dampak positif yang luas bagi masyarakat di daerah terisolir.

Sementara untuk program kemitraan, PT Timah Tbk sudah mengucurkan bantuan modal untuk usaha kecil dan koperasi dengan nilai rata-rata Rp 11 miliar per tahunnya. Dana tersebut disalurkan kepada 631 mitra binaan.

"Program mitra binaan sudah kami lakukan sejak tahun 2000. Tidak hanya modal, kami juga memberikan pendampingan dan pelatihan usaha sehingga produksi dan penjualan para mitra binaan dapat meningkat," jelasnya.

Perlu diketahui, mayoritas mitra binaan PT Timah Tbk bergerak di sektor perdagangan dan jasa. Para mitra binaan tersebut menjual berbagai olahan makanan ringan dan minum serta berbagai kerajinan khas Bangka Belitung yang berhasil menembus pasar mancanegara.

Selain mitra binaan, aktivitas CSR PT Timah Tbk yang dilakukan sejak tahun 2000 adalah program PPM. Salah satunya adalah program beasiswa asrama. Hingga saat ini jumlah alumni yang mengikuti program tersebut mencapai lebih dari 700 orang yang tersebar di seluruh wilayah dan bekerja di berbagai sektor.

Lebih lanjut Anggi menjelaskan, bukti komitmen PT Timah Tbk dalam menjalankan CSR juga bisa dilihat dari perubahan orientasi program tanggung jawab sosial tersebut. Misalnya, pada periode 1997-2013 kegiatan CSR lebih berbasis charity, namun pada periode 2013-2018 proporsinya lebih rendah dibanding program yang lain.

PT Timah Tbk memang tidak main-main dalam urusan CSR. Bahkan, PT Timah Tbk menjadi perusahaan tambang pertama di Indonesia yang telah menyelesaikan dokumen Rencana Induk Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (RIPPM) periode 2019-2029.

’’Program prioritas RIPPM selaras dengan ketiga program CSR kami. Dengan demikian, kegiatan pertambangan dan kesejahteraan perekonomian baru masyarakat, tetap berjalan dan berkelanjutan sesuai prinsip sustainable development goals (SDGs). Oleh karena itu, dalam menyusun rencana induk, kami melibatkan partisipasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat di sekitar wilayah operasi hingga pemerintah daerah,’’ terang Anggi. (rel/rel)

Tags :

-