REPORTASE BANGKA

​Bukan Hanya Uang, Ini Yang Dicuri Ajudan Dari Kediaman Kapolres Pangkalpinang

17 Oktober
16:34 WIB 2019

Pangkalpinang - Faktor ekonomi menyebabkan seorang anggota Kepolisian berpangkat Briptu RO kalap dan nekat mencuri uang milik Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono Septana.


Hal ini diterangkan oleh Paur Humas Polres Pangkalpinang Ipda Sianturi kepada awak media seizin Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono Septana, Kamis (17/10/2019)


"Perlu kami jelaskan bawa uang yang dicuri tidak langsung Rp 100 juta, melainkan pelaku mengambilnya secara bertahap dari bulan Januari sampai dengan bulan Oktober," jelas Sianturi.


Dari keterangan Sianturi, uang tersebut bukan milik Kapolres Pangkalpinang melainkan milik istrinya yang bekerja sebagai notaris di Cianjur.


"Itu uang belanja bulanan yang dikumpulkan oleh istri yang disimpan di dalam kamar," ujar Sianturi


Diketahui oknum RO berpangkat Briptu dan bertugas sebagai ajudan kapolres ini, menggunakan kunci cadangan dalam menjalankan aksinya. 


"Pada saat pergantian Kapolres dari bapak AKBP Noveriko ke AKBP Iman Risdiono, pintu kamar diperbaiki, pada saat itu lah pelaku mengambil kunci serep," beber Sianturi.


Bukan hanya uang milik istri Kapolres yang dicuri, lanjut Sianturi, celengan milik anak Kapolres juga berikut amplop berisi uang untuk membayar zakat, juga raib di bawa lari pencuri.


Terungkapnya kasus ini berawal dari rekaman CCTV yang merekam pelaku saat melakukan pencurian.


"Pada saat dilakukan pemeriksaan di kediaman pelaku kami menemukan barang bukti berupa uang sejumlah tiga puluh sembilan juta lima ratus rupiah, yang disimpan pelaku di selipan baju dan lemari, celengan, tas laptop warna hitam, Honda Jazz tahun 2013, dua buah anak kunci cadangan, satu amplop warna coklat bertuliskan uang zakat dan paper bag warna biru," beber Sianturi.


Dari hasil pemeriksaan pelaku mengakui pencurian dilatar belakangi oleh faktor ekonomi seperti untuk membayar uang kredit mobil dan untuk bersenang-senang.


"Untuk pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHAP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, untuk hukuman disiplin dan kode etik menunggu inkracht dari pengadilan," tutup Sianturi. (unt/unt)

-