REPORTASE BANGKA

​Kembali Berulah, Residivis Kambuhan Diciduk Polisi

30 Januari
00:20 WIB 2020

Pangkalpinang - Jodi (20) residivis kasus pencurian kembali harus berurusan dengan aparat kepolisan Polres Pangkalpinang, bersama pelaku lainya Eferliyxa (21) dua pemuda Air Mawar ditangkap Buser Polres Pangkalpinang, Selasa (28/1/2020) malam.


Dua kawanan pencuri ini diketahui melakukan pencurian pencurian di CV Bangka Graha Mandiri pada 22 Januari 2020 lalu.


Pelaku diketahui mengambil mesin robin merk matsumoto, mesin sirkelvmerk Bosch dan mengambil mesin pemotong besi merek Bosch, yang mengakibatkan kerugian mencapai Rp.10 juta.


Sebelum mengambil barang-barang berharga milik CV Bangka Graha Mandiri, para pelaku memanjat dinding bagian kanan gedung dan mengambil mesin yang berada di teras kantor tersebut.


Pengungkapan kasus ini berawal dari dari informasi masyarakat yang menyebutkan para pelaku pencurian sedang berada di Air Mawar.


"Tim Buser terlebih dahulu menangkap Jordi, dari pengakuan Jordi dirinya mencuri bersama dua rekan lainya yaitu Eferliyxa dan seseorang berinisal H," ujar Kabag OPS Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang, Rabu (29/1/2020)


Lewat nyanyian Jordi, anggota Buser yang berjumlah enam orang menangkap Eferliyxa disebuah rumah kosong kawasan Air Mawar.


"Pelaku Eferliyxa berhasil ditangkap saat di gerbek petugas ditempat persembunyian disebuah rumah kosong, sedangkan H (DPO) berhasil lolos dari sergapan petugas," terang Jadiman Sihotang.


Dari catatan kriminal yang dimiliki Polres Pangkalpinang, Jordi diketahui pernah tiga kali keluar masuk penjara lantaran melakukan penganiayaan dan pencurian sebanyak dua kali.


Pelaku Jordi di hadapan pihak kepolisian mengaku mereka membawa hasil curian dengan sepeda motor yang memang telah dipersiapkan.


"Sekitar Pukul 02.00 loncat pagar dan mengambil mesin robin merk matsumoto, mesin sirkelvmerk Bosch dan mengambil mesin pemotong besi merek Bosch, selanjutnya hasil curian tersebut diangkut menggunakan sepeda motor," kata Jordi.


Hasil dari barang curian tersebut, seperti mesin potong Bosch di jual dengan harga Rp 650.000 dan digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari.


"Dijual Rp 650 ribu untuk belanja kebutuhan sehari-hari, sebelumnya saya kerja di TI, karena tidak ngasil saya nekat mencuri," tutup Jordi.


Kini kedua pelaku menjalani pemeriksaan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, sedangkan mesin potong bosch diamankan untuk dijadikan barang bukti. (unt/unt) 

-





Lainnya di Kriminal