REPORTASE BANGKA

Museum Timah Indonesia Muntok Jadi Destinasi Wisata Favorit

Museum Timah Indonesia Muntok - Foto (Istimewa) Museum Timah Indonesia Muntok - Foto (Istimewa)
09 Februari
20:54 WIB 2020

Muntok - Museum Timah Indonesia (MTI) Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Pulau Bangka menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan domestik, nusantara dan mancanegara. Hal tersebut diungkapkan Kepala Museum Timah Indonesia (MTI) Muntok, Fakhrizal Abu Bakar.

“Dalam satu bulan MTI Muntok dikunjungi sekitar dua ribu wisatawan. Pada hari-hari libur jumlah kunjungan biasanya jauh lebih meningkat,” jelas Fakhrizal beberapa waktu lalu kepada Reportase Bangka.

Museum Timah Indonesia Muntok tidak hanya menampilkan tentang sejarah pertimahan saja. Menurut Fakhrizal, MTI juga menampilkan sejarah kota Muntok, kerajinan Muntok dan kebudayaan Muntok, sejarah perang dunia kedua dan pengasingan Bung Karno.



“Kita juga bekerjasama dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pariwisata Bangka Barat yang kita sinergikan kalau mereka punya tamu mereka bawa ke sini (MTI-red),” katanya.

Dia menambahkan, program-program pariwisata juga didukung dengan museum yang dibuka untuk umum sejak 7 November 2013.

“Banyak tamu penting pemerintah daerah yang di bawa kesini dan kalau ada kunjungan pasti juga diarahkan ke museum,” ujarnya.

Sekedar diketahui, bangunan yang dulunya berfungsi sebagai kantor divisi pertimahan Belanda, sempat diambil alih oleh tentara Jepang. Setelah kemerdekaan Indonesia, bangunan setinggi tiga lantai ini sempat terabaikan. Beberapa bagian bangunan bahkan ada yang lapuk dan runtuh.

Setelah dilakukan upaya konservasi oleh PT Timah Tbk, hingga akhirnya kini Museum Timah Muntok kembali berdiri megah dan terbuka untuk masyarakat umum.




Di dalam museum yang dilapisi cat warna putih itu, bisa ditemukan berbagai replika alat-alat pertambangan timah, alat tenun, atribut prajurit masa perang dunia kedua, serta disediakannya tayangan audio visual terkait peristiwa-peristiwa bersejarah.

Terdapat total sembilan galeri di museum ini, yakni galeri sejarah Bangka dan Muntok, galeri sosial budaya Muntok dan galeri sejarah Perang Dunia II di Muntok.

Sedangkan, galeri keempat menceritakan sejarah pengasingan Bung Karno di Muntok, galeri kelima berisikan seputar geologi dan eksplorasi. Galeri keenam dan ketujuh menginformasikan tentang sejarah pengetahuan penambangan darat dan laut.

Sedangkan di galeri kedelapan berisi pengetahuan peleburan timah dan terakhir atau galeri kesembilan yaitu sarana dan prasarana kreasi anak zaman. (ril/ril)

-