Pangkalpinang – Setelah dilakukan introgasi oleh anggota Kepolisian, akhinya Sulastri (19) mengaku peristiwa penculikan adalah skenarionya. ABG ini mengaku terpaksa berbohong lantaran ingin hidup bebas dari orang tua dan tinggal di kos-kosan.
“Di kampung sepi, saya mesti mengurus nenek disana jadi saya pilih untuk tinggal di Pangkalpinang,” ungkapnya.
Sebelumnya, dikabarkan reportasebangka.com Sulastri mengaku menjadi korban penculikan bersama 2 rekan lainya bernama Sari dan Mika.
“Kami di culik oleh 10 orang tidak dikenal, tangan kami di ikat, mulut dan mata kami di tutup, kalau kami menangis kami diancam dibunuh,” ujar Sulastri kepada anggota Buser.
Terpisah, Kabag OPS Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang membenarkan adanya informasi yang menyebutkan adanya penculikan.
“Tetapi LP (Laporan Polisi) belum ada, informasi anggota kami sudah keliling-keliling mencari pelaku dari keterangannya juga sering tidak jelas, saat anggota Buser mencari keberadaan pelaku yang dikatakan Sulastri,” kata Kabag OPS.
Pantauan reportasebangka.com hingga saat ini masih berada di ruang Reskrim Polres Pangkalpinang, untuk diambil keterangannya oleh pihak penyidik. (unt/unt)


