Diduga Caplok Lahan Desa Ratusan Warga Usir 7 Alat Berat

BANGKA – Ratusan warga dari Desa Mendo Barat, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka menggelar aksi unjuk rasa di lahan Desa Mendo Barat untuk meminta penghentian aktivitas penggarapan lahan oleh oknum warga berinisal Abun, Rabu (20/11/2019)

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, ratusan warga melakukan orasi dan membentangkan spanduk yang berisi mengecam Abun yang diduga menguasai lahan hutan desa secara sepihak yang akan digunakan untuk kepentingan perkebunan sawit.

“Ini aksi sudah untuk kesekian kalinya, hari ini kami meminta Abun bersama pekerjanya untuk menghentikan aktivitas di lahan Desa Mendo, dan 7 alat berat Excavator segera dipindahkan keluar dari hutan ini,” ujar salah satu warga Desa.

Aksi tersebut juga di ikuti oleh perangkat Desa Mendo dan anggota BPD (Badan Badan Permusyawaratan Desa) yang juga menolak aktivitas perambahan lahan Desa yang tidak memiliki izin tersebut.

Aksi sempat memanas, saat warga yang berusaha mengusir excavator (PC)dihadang oleh pekerja Abun, mereka bersikeras PC tidak bisa ditarik karena tidak ada perintah dari Abun.

“Alhamdulillah tidak anarkis, tadi sempat terjadi perang mulut, tapi sudah bisa kami atasi,” kata Kapolsek Mendo Barat AKP M.Achwan.

Namun, aksi bertambah panas saat alat berat excavator berenti di camp milik Abun, diketahui warga tidak puas dan warga ingin alat berat tersebut meninggalkan wilayah Desa Mendo Barat.

Sementara itu, Sekretaris Desa Mendo Barat Samsul Bahri mengatakan bahwa aktivitas penggarapan lahan desa sudah berlangsung sejak Agustus 2019 sampai saat ini.

“Tuntutan warga kami jelas, agar Pak Abun segera menghentikan aktivitas di lahan ini dan alat berat segera ditarik,” kata Samsul Bahari.

Ditambahkan Samsul Bahri, sampai saat ini pihak Abun tidak berkomunikasi dengan pihak desa, bahkan pihaknya belum mengeluarkan surat apapun terkait aktivitas penggarapan lahan ini.

“Kami belum menerbitkan surat apapun karena mereka belum memenuhi berkas pembuatan surat, permasalahan ini sudah pernah dimusyawarhakan yang di fasilitasi oleh Polres Bangka tetapi pihak mereka (Abun) tidak menyepakati,” ungkap Samsul Bahari.

Terpisah, Pawi perwakilan dari pihak Abun enggan memindahkan alat berat seperti yang diminta oleh warga Desa Mendo Barat.

“Kami merasa membeli lahan ini secara sah, jadi kami keberatan alat berat keluar dari lahan hutan Desa ini,” singkatnya.

Diketahui awal dari permasalahan lahan Desa Mendo Barat ini bermula dari ajakan oknum warga untuk beramai-ramai membuat surat tanah di lahan milik desa, lalu membelinya dengan harga murah demi kepentingan perkebunan kelapa sawit.

Hasilnya, seluas 400 hektar lahan berpindah tangan dengan surat yang diragukan keabsahannya. Sebab, pihak desa membantah telah mengeluarkan surat-surat untuk penggarapan tanah. (UNT)

Related post

Tingkatkan Kerja Sama Sekwan Pangkalpinang Bangun Harmonisasi Dengan Awak Media

Tingkatkan Kerja Sama Sekwan Pangkalpinang Bangun Harmonisasi Dengan Awak Media

Pangkalpinang –  Sekwan kota Pangkalpinang  Drs.Akhmad Elvian,  mengajak awak media  untuk meningkatkan sinergitas dan harmonisasi dalam menyampaikan program DPRD kepada…
Pesta Adat Murok Jerami, Wujud Ketahanan Pangan Desa

Pesta Adat Murok Jerami, Wujud Ketahanan Pangan Desa

NAMANG – Desa Namang gelar Pesta Adat ”Murok Jerami” Suku Mengkanau Urang Namang dan Panen Program Ketahanan Pangan Nabati dan…
Cari masukan Pengendalian dan Evaluasi Sekwan Bateng kunjungi DPRD Pangkalpinang

Cari masukan Pengendalian dan Evaluasi Sekwan Bateng kunjungi DPRD Pangkalpinang

Pangkalpinang – Sekretariat DPRD Kab, Bangka Tengah  (Koba),   sambangi DPRD Kota Pangkalpinang untuk mencari masukan dan pengayaan terkait  Penyusunan Laporan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.